Efesiensi Anggaran, Maros Jajaki Investor Cina

Bupati Maros, Chaidir Syam

Bupati Maros, Chaidir Syam

KLIKSANDI.COM, Maros Pemerintah Kabupaten Maros mencoba menyiasati efesiensi anggaran pada 2026 mendatang. Salah satunya adalah dengan cara menjajaki kerja sama investor Cina.

Ia pun memanfaatkan kesempatan saat menjadi narasumber dalam China–Indonesia Strategic Collaborative Development Summit di untuk memaparkan daya tarik yang dimiliki daerahnya.

Forum bergengsi tersebut digagas oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pusat bekerja sama dengan himpunan pengusaha Tiongkok. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk menjajaki peluang investasi antara dua negara.

Dalam forum itu, Chaidir tampil bersama sejumlah perwakilan BUMN dan pengusaha dari Indonesia. Namun, ia menjadi satu-satunya perwakilan dari pemerintah daerah yang diundang untuk berbicara langsung di hadapan investor Tiongkok.

“Jadi HIPMI pusat melihat khusus di Sulawesi Selatan, Maros dengan posisinya yang sangat strategis dengan memiliki potensi transportasi bandara dan juga ke pelabuhan olehnya itu potensial untuk pengembangan,” bebernya.

Bupati berlatar belakang aktivis ini memaparkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Maros, terutama di sektor pariwisata, pertanian, industri, serta energi terbarukan.

Ia menjelaskan, posisi geografis Maros yang strategis menjadi modal utama daerah ini untuk berkembang sebagai kawasan penyangga utama Kota Makassar.

“Maros memiliki akses transportasi yang lengkap, mulai dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hingga pelabuhan besar yang sangat dekat dari wilayah kami,” ujarnya.

Menurutnya, kombinasi antara posisi strategis dan sumber daya alam yang melimpah menjadikan Maros sebagai salah satu daerah dengan potensi investasi terbaik di Sulawesi Selatan.

Chaidir juga menyampaikan Maros saat ini tengah fokus mengembangkan kawasan industri dan pergudangan terpadu yang dirancang untuk menarik investasi di sektor manufaktur dan logistik.

Selain itu, Pemkab Maros juga menyiapkan sejumlah proyek energi hijau dan transportasi berkelanjutan yang sejalan dengan tren global menuju ekonomi rendah emisi.

“Kami membuka peluang investasi seluas-luasnya, khususnya di sektor jasa, industri, dan energi terbarukan,” kata Ketua PMI Maros itu.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan perizinan dan kepastian hukum bagi para investor yang ingin menanamkan modal di Maros.

Ia menjelaskan Forum bisnis tersebut turut dihadiri oleh perwakilan BUMN seperti Garuda Indonesia serta dua panelis utama dari kalangan pengusaha besar Tiongkok.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kerja sama yang nyata antara pengusaha dari Tiongkok dan Pemerintah Kabupaten Maros,” ungkapnya.

Mantan Ketua DPRD Maros itu menambahkan, sejumlah investor menyatakan ketertarikan untuk melakukan kunjungan langsung ke Maros dalam waktu dekat.

Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Maros akan menindaklanjuti hasil forum tersebut dengan komunikasi lanjutan dan penyiapan proposal kerja sama yang lebih detail.

“Kami ingin memastikan investasi yang masuk dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Chaidir juga menyampaikan apresiasi kepada HIPMI Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Maros untuk tampil di forum internasional ini.

Menurutnya, keikutsertaan Maros dalam forum tersebut menunjukkan bahwa kabupaten tidak kalah siap dengan kota besar dalam membuka diri terhadap investasi global.

“Ini momentum besar bagi kami untuk memperkenalkan Maros ke dunia, bukan hanya sebagai daerah wisata, tetapi juga sebagai kawasan industri dan investasi masa depan,” pungkasnya.(egg)

Leave a Reply