Tiga Kali Pindah Tangan, Kasus Bilqis Ungkap Sindikat Pedagangan Orang di Indonesia

PERDAGANGAN ORANG. Tiga orang yang diiamankan polisi terkait dengan penculikan bocah 4 tahun, Bilqis Ramdhani.

PERDAGANGAN ORANG. Tiga orang yang diiamankan polisi terkait dengan penculikan bocah 4 tahun, Bilqis Ramdhani.

KLIKSANDI.COM, MakassarKasus penculikan bocah 4 tahun, Bilqis Ramdhani mengungkap tabir kasus perdagangan orang di Indonesia. Dari kasus ini, Bilqis disebut sempat tiga kali berpindah tangan.

Di lobi Polres Merangin, Jambi, tiga orang terduduk berderet. Tangan mereka terikat. Kepala semuanya tertunduk, wajah tak terlihat, tapi kegugupan dan ketakutan seperti mengepul dari tubuh yang kaku.

Dua perempuan, satu pria. Mereka duduk di lantai dingin lobi, sementara deretan polisi berdiri di belakangnya—petugas yang sejak tujuh hari terakhir menelusuri jejak seorang bocah empat tahun bernama Bilqis Ramdhani.

Perempuan pertama berambut panjang, mengenakan kaus krem dan memeluk ransel kecil di pangkuannya. Dialah yang diduga terekam CCTV di Makassar pada Minggu, 2 November 2025, berjalan bersama tiga anak kecil sambil menggandeng Bilqis.

Perempuan kedua bertubuh agak gemuk, memakai pakaian serba hijau—baju dan celana panjang—rambutnya digulung dan diikat ke belakang. Pria di sisi mereka memakai kaus hitam dan celana jins.

Ketiganya ditengarai bagian dari sindikat yang memperdagangkan anak—sindikat yang membawa Bilqis jauh dari rumahnya di Makassar hingga puluhan ribu kilometer ke Jambi.

Salah satu dari tiga orang yang ditangkap itu diketahui bernama Sri Yuliana alias Ana. Ana adalah orang yang terekam CCTV saat menjemput Bilqis di taman Pakui. Ana mengaku menjual Bilqis seharga Rp3 juta kepada orang asal Jakarta yang dia kenal melalui media sosial.

Kepada polisi, Ana juga mengaku tidak tahu jika Bilqis ternyata ada di Jambi. Itu artinya, Bilqis sudah berada di tangan ketiga. Lalu apa tujuan mereka menculik Bilqis? siapa para sindikat perdagangan orang ini?

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana berjanji akan membeberkan proses penangkapan dan para tersangka itu. Arya mengaku akan menjelaskan seperti apa modus dan peran para sindikat ini. Arya berjanji akan merilis secara lengkap proses pengungkapan serta jumlah tersangka pada Senin.

Ayah Bilqis, Dwi Nurmas, menahan kata-kata. “Iya, betul,” ujarnya pendek. Tapi tentang pelaku, ia menunggu jawaban yang sama seperti semua orang.

Tujuh hari sebelumnya, hilangnya Bilqis membuat Makassar membeku. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang perempuan menggandeng tiga anak, salah satunya Bilqis, di Jalan Sungai Saddang Baru. Polisi belum memastikan apakah perempuan itu kini salah satu dari tiga orang yang tertunduk di Merangin.

Dwi masih mengingat hari itu—Minggu pagi di Taman Pakui Sayang. “Anak saya sempat izin mau main di sebelah lapangan, saya panggil lagi sudah tidak ada.”

Sejak saat itu, kota ikut menahan napas. Dan tiga kepala yang tertunduk di lobi Polres Merangin menjadi tanda bahwa ada keadilan yang sedang bekerja. Sementara seorang bocah empat tahun akhirnya kembali ke pelukan keluarga—hidup, nyata, dan selamat.(egg)

Leave a Reply