Pemprov Sulsel Tak Ingin Disalahkan Terkait Dana Mengendap Rp1,2 Triliun

Sekprov Sulsel, Jufri Rahman

Sekprov Sulsel, Jufri Rahman

KLIKSANDI.COM, MakassarData Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut dana yang mengendap di Pemerintah Provinsi atau Pemprov Sulsel tercatat Rp1,2 Triliun di bank. Angka ini menambah daftar daerah yang memiliki dana besar belum terserap ke masyarakat.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman ikut memberikan respons atas data yang dimiliki Kementerian Keuangan itu. Dia menyebut, dana itu ada di Bank Sulselbar. “Semuanya di Bank Sulselbar, setau saya semuanya tidak boleh di deposito di bank lain,” kata Andi Sudirman.

Andi Sudirman mengaku pencatatan kas anggaran sudah berubah di Oktober. Pasalnya program terus berjalan menuju akhir Oktober ini.

“Ini masalah aktual. Itu sesuatu yang sudah dikomit (diwajibkan) rekanan kontraktor yang belum diambil. Itu tercatat di bank,” jelasnya.

Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga Oktober 2025, realisasi belanja APBD Pemprov Sulsel baru mencapai 56,15 persen. Sedangkan realisasi pendapatan sudah 70,39 persen.

Kemendagri menempatkan Sulsel masih di zona hijau, namun dengan catatan hampir merah. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Jufri Rahman menjelaskan rendahnya serapan anggaran bukan sepenuhnya salah pemda.

Sebab sejak awal tahun pemerintah daerah dihadapkan pada penyesuaian besar akibat terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja. Sehingga belanja daerah baru bergulir di pertengahan hingga akhir tahun.

“Jangan menyalahkan daerah juga. Kita terlambat mulai kegiatan karena di awal tahun langsung keluar Inpres nomor 1 tahun 2025. Ada pengurangan belanja dan sebagian dana ditarik ke pusat,” ujar Jufri.

Menurutnya, kondisi itu memaksa daerah menyesuaikan ulang regulasi APBD. Kini Pemprov Sulsel terus berupaya mempercepat serapan anggaran.(egg)

Leave a Reply