Gubernur Sulsel Bentuk Tim Investasi, Seperti Apa Perannya?

INVESTASI. Suasana Dedicated Team Meeting yang digelar Pemprov Sulsel. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku akan membentuk tim investasi di Sulsel.

KLIKSANDI.COM, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bakal membentuk tim investasi. Tim ini akan mendorong pertumbuhan investasi di Sulsel. Seperti apa perannya?

Pembentukan tim ini diumumkan oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam kegiatan Dedicated Team Meeting Forum Phinisi Sultan, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. Tim ini punya peran untuk mengawal dan mempromosikan proyek-proyek investasi prioritas, baik yang berasal dari sektor swasta, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat.

Gubernur menjelaskan akan dibentuk desk khusus di bawah tim tersebut yang berfungsi menyaring dan menyiapkan proyek-proyek yang sudah siap untuk diluncurkan ke publik dan calon investor.

“Kita akan formulasikan pelaksanaannya, dan akan ada desk khusus di bawah tim untuk memfilter dan mempromosikan ide-ide investasi terbaik, baik dari swasta maupun pemerintah,” kata Sudirman.

Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya realisasi investasi di Sulawesi Selatan yang pada tahun 2024 mencapai Rp14,04 triliun. Angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,41 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp5,62 triliun. 

Investasi tersebut mencakup 23.476 proyek yang berhasil menyerap tenaga kerja dalam negeri sebanyak 20.440 orang. Meski nilai investasi menunjukkan tren positif, kontribusi terhadap PDRB masih perlu ditingkatkan. Tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Sulsel dibandingkan nasional dan Vietnam menunjukkan efisiensi investasi yang perlu dibenahi.

Sudirman menyebutkan bahwa Luwu Raya menjadi salah satu wilayah yang disiapkan sebagai lokomotif pertumbuhan investasi. Hal ini mengingat potensi tambang di wilayah tersebut.

“Kalau yang lagi primadona sekarang tentu green ekonomy, pertambangan yang mendorong energi terbarukan, seperti pertambangan nikel untuk baterai,” kata Sudirman.

Adapun sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp4,02 triliun, atau sekitar 29 persen dari total investasi yang masuk ke Sulsel. Selanjutnya disusul sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp2,026 triliun, sektor perdagangan dan reparasi Rp1,391 triliun, sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp1,356 triliun, serta sektor industri logam dasar sebesar Rp1,110 triliun.(eng)

Leave a Reply