Jembatan Haji Bohari di Maros Baru Bisa Digunakan Pada 2029

BAHAYA. Pelajar di Desa Bonto Tallasa, Maros tetap melalui jembatan yang ambruk di desa itu.

BAHAYA. Pelajar di Desa Bonto Tallasa, Maros tetap melalui jembatan yang ambruk di desa itu.

KLIKSANDI.COM, Maros Pemerintah Kabupaten Maros akan mulai merubuhkan jembatan Haji Bohari yang rusak. Rencananya, pada 2 Desember mendatang, pemerintah memulai perbaikan jembatan ini. Pekerjaan awal adalah membersihkan puing-puing material jembatan yang rusak itu.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pembersihan jembatan ini adalah sebuah langkah awal untuk membangun kembali jembatan itu. Dia menyebut, pembersihan sangat penting untuk mencegah potensi bahaya yang bisa muncul jika struktur lama tetap dibiarkan.

“Kalau tidak dibersihkan, banyak hal yang bisa terjadi. Siapa yang mau tanggung jawab kalau ada orang yang masih menggunakan jembatan itu padahal rawan,” kata Chaidir Syam.

“Kami harap warga bisa memahami alur kerjanya. Setelah pembersihan baru akan dibangun pondasi di sana,” jelasnya usai makan siang.

Chaidir menyebut rekonstruksi ulang jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar. Pada tahun 2026, pembangunan akan dimulai dari pondasi melalui skema multiyears yang diperkirakan memakan waktu 3–4 tahun. Artinya, jembatan itu baru bisa rampung pada 2028 atau 2029.

“Namun kita juga usulkan ke pemerintah pusat. Semoga bisa diintervensi karena jembatan ini vital untuk akses anak sekolah,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perhubungan, dan Pertanahan (PUTRPP) Maros, Muhammad Alif Husnaeni, menjelaskan pembongkaran untuk mencegah hambatan aliran sungai akibat material jembatan yang runtuh serta menghindari potensi kecelakaan.

“Risiko kecelakaan sangat besar jika masyarakat masih nekat melewati jembatan yang sudah ambruk,” ujarnya.

Alif menambahkan, pada 2026 anggaran yang tersedia untuk penanganan awal jembatan adalah Rp3 miliar. Selebihnya akan dibangun secara bertahap sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Sekadar diketahui, jembatan Haji Bohari tersebut merupakan akses tercepat masyarakat setempat untuk menuju ke Kota Kabupaten Maros. Akibat robohnya jembatan tersebut, warga pun terpaksa memutar di jalan lain sejauh 3 Km.

Jembatan penghubung Desa Bonto Tallasa dan Desa Tanete itu memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 3 meter. Jembatan ini sudah mulai retak sejak Februari lalu.(egg)

Leave a Reply