KLIKSANDI.COM, Makassar – Jumlah penderita HIV/AIDS di Sulsel cukup tinggi. Dalam delapan bulan periode Januari hingga Agustus tercatat ada 1.214 penderita HIV/AIDS.
“Dari data yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, per Januari hingga Agustus 2025, jumlah kasus AIDS yaitu kurang lebih 1.214 kasus,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar Andi Bukti Djufrie.
Andi Bukti menjelaskan, Makassar menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus HIV-AIDS terbanyak di Sulsel. Jumlahnya mencapai 536 kasus. Sebagian besar penularan HIV/AIDS ini terjadi dari hubungan seks sesama jenis.
“Dari 1.214 kasus ini, yang memberikan kontribusi paling besar adalah kasus sesama jenis, kurang lebih 573. Kemudian, kontribusi terbesar kabupaten/kota adalah Kota Makassar, 563 kasus,” ujarnya.
Dia mengklaim tingginya kasus HIV/AIDS di Makassar karena pemerintah juga menggencarkan penertiban atau razia prostitusi. Dari penertiban ini, Pemkot Makassar pernah mengamankan sejumlah pasangan di luar nikah.
“Dua minggu yang lalu kami melakukan penjangkauan di Kota Makassar, baik hotel, rumah kos, dan kafe-kafe. Dalam satu malam kami bisa menjangkau sekitar 40 orang,” tutur Andi Bukti.
Puluhan orang itu kemudian diamankan di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Dinsos Makassar. Dari hasil pemeriksaan, pihaknya menemukan empat orang di antaranya terindikasi terkena AIDS.
Andi Bukti pun mengapresiasi acara peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 yang digelar AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia bersama Yayasan Gaya Celebes (YGC). Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk mencegah HIV/AIDS.
“Karena data terbaru hanya sampai Agustus, bayangkan tahun 2026 pasti akan bertambah lagi ketika tidak ada yang bisa berkontribusi untuk anak-anak kita nantinya,” jelas Andi Bukti.
Dia melanjutkan, Pemkot Makassar siap memfasilitasi acara serupa pada 2026 mendatang. Andi Bukti menegaskan kegiatan kampanye pencegahan penularan HIV/AIDS membutuhkan kerja sama dari semua pihak.
“Insyaallah, untuk pelaksanaan kegiatan tahun 2026, kami akan akan menyediakan tempat dan segala perizinannya supaya sosialisasi dan edukasi ini betul-betul menyebar ke seluruh masyarakat yang ada di Kota Makassar,” paparnya.(egg)


Leave a Reply