KLIKSANDI.COM, Maros — Seorang pemotor di Kabupaten Maros dengan berani menantang polisi berkelahi. Bahkan, pemotor itu sempat mengamuk mencoba memukul polisi yang sedang bertugas.
Video pengendara motor itu kemudian viral di media sosial. Dia diketahui sedang tidak menggunakan helm saat ditegur oleh polisi yang bertugas. Polisi tersebut juga sempat ingin menilang pelaku. Dia lantas mengamuk, dan menyerang polisi.
Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Maros menyebut video pemotor mencoba memukul polisi itu terjadi di depan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Maros, Jalan Ratulangi, Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11).
Kepala Satlantas Polres Maros, AKP Muhammad Arafah mengatakan dia menyebut pria tersebut menolak arahan petugas dan bahkan mencoba memukul anggota yang sedang bertugas.
“Petugas kami sudah mengingatkan sejak awal. Tapi pengendara itu tetap melaju tanpa helm,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Arafah menjelaskan kronologi berawal saat anggota Satlantas Polres Maros Brigpol Safir mengarahkan pengendara dan boncengannya untuk mengambil jalur belok agar tidak memasuki area pengaturan. Namun arahan tersebut kembali diabaikan sehingga petugas terpaksa menghentikannya.
“Dia tetap memaksa lurus, sehingga anggota harus melakukan pemeriksaan. Saat diminta menunjukkan surat-surat, pengendara itu justru tidak kooperatif,” ungkapnya.
Pengendara itu sempat melarikan motornya dan kemudian kembali sambil emosi hingga mencoba melakukan pemukulan terhadap petugas. Serangan itu tidak mengenai anggota karena berhasil dihindari.
Arafah menegaskan bahwa personel Satlantas tetap bersikap profesional dan tidak memberikan tindakan balasan, bahkan penilangan pun tidak dilakukan.
“Kami tidak memberikan tilang, hanya teguran. Pendekatan kami saat ini lebih persuasif untuk membangun kesadaran masyarakat berlalu lintas. Sayangnya, ia tidak menerima teguran tersebut,” kata dia.
Setelah sempat terjadi adu mulut, pengendara itu meninggalkan lokasi tanpa identitas yang jelas. Motor yang digunakan juga tidak memiliki pelat nomor, sehingga tidak dapat langsung dilacak. Petugas yang terlibat telah diarahkan membuat laporan resmi sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Kasubsi Penmas Humas Polres Maros, Ipda A Marwan P Afriady menegaskan bahwa insiden seperti ini menjadi perhatian serius Polres Maros. Apalagi saat ini sedang pelaksanaan Operasi Zebra Pallawa 2025 yang mengedepankan edukasi dan keselamatan masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan tindakan pengendara tersebut. Di masa Operasi Zebra Pallawa 2025, seluruh personel diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendekatan humanis dan teguran, bukan semata-mata penindakan. Justru ketika diberikan imbauan untuk keselamatan dirinya, yang bersangkutan malah bereaksi agresif,” ucap Marwan.
Ia menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas, terutama penggunaan helm yang merupakan perlindungan dasar saat berkendara.
“Operasi Zebra tahun ini berfokus pada keselamatan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang dan masyarakat dapat lebih memahami bahwa setiap teguran dari petugas adalah demi menjaga nyawa pengendara itu sendiri,” ucapnya.(egg)

Leave a Reply