KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Bendera One Piece akhirnya memakan korban di Kabupaten Bantaeng. Seorang pedagang sayur tiba-tiba ditampar oleh seorang pria yang mengaku prajurit TNI.
Kejadian ini sempat terekam video dan viral di media sosial. Pria yang mengaku prajurit TNI itu menyebut jika bendera One Piece itu adalah bendera Cina. Menurutnya, bendera itu tidak layak di kibarkan.
Sang pedagang sayur diketahui bernama Pardi. Dia mengibarkan bendera One Piece di mobilnya yang mengangkut sayur untuk dijual di Kabupaten Bantaeng.
Aksi kekerasan ini terekam dalam video berdurasi 2 menit 56 detik dan viral setelah diunggah oleh akun Facebook Dandy Thoriq pada Kamis (7/8/2025).
“Kronologinya adalah adik saya atas nama Pardi lagi bawa sayur jualannya ke pasar Bantaeng, terus tiba-tiba dihadang oleh bapak yang pakai baju kuning helm hitam, yang mengaku aparat,” tulis Dandy.
“Belum sempat adik saya jawab, langsung ditampar,” sambungnya.
Pria itu mengaku prajurit TNI. Dia bahkan menantang Pardi untuk ke kantor polisi demi menyelesaikan masalah itu.
“Kasih naik bendera Merah Putih, bukan One Piece, bendera Cina ini,” ucap pria tersebut sambil menyita bendera yang terpasang di mobil pikap korban.
Istri korban yang merekam kejadian dari atas kendaraan sontak membalas tudingan pelaku. “Sottanya (sok tahu), bendera Cina,” ujarnya.
Warga sekitar turut menegur tindakan pelaku, yang menampar sopir tanpa peringatan. Setelah ditegur oleh warga dan istri korban, pria itu akhirnya meminta maaf. “Okelah saya minta maaf, tapi lain kali jangan diulangi,” katanya.
“Saya kasih peringatan, kalau kau merasa keberatan ayo mi ke polisi,” kata pelaku.
“Bukan peringatan itu pak kalau ditampar,” jawab korban.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bantaeng, Iptu Gunawan membenarkan peristiwa tersebut. Meski sempat kena tamparan, korban ternyata bersedia menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.
“Katanya diselesaikan secara kekeluargaan di Kantor POM (polisi militer) tadi. Iya, informasinya (oknum tersebut TNI) karena diarahkan ke sana tadi,” kata Gunawan.
Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Arm Gatot Awan Febrianto mengaku belum bisa memastikan jika orang yang menampar pedagang sayur itu adalah prajurit TNI. Dia juga meminta kepada semua prajurit untuk menahan diri. Sejauh ini, kata dia, tidak ada perintah dari atasan untuk melakukan tindakan terkait dengan bendera One Piece.
“Dari Kodam tidak ada instruksi apa-apa,” katanya.
Ia juga belum bisa memastikan apakah pelaku benar-benar anggotanya. “Jangan sampai ngaku-ngaku, kecuali jelas pakaian loreng dengan identitas nama dan sebagainya,” tegas Gatot.(egg)

Leave a Reply