KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Sudah tujuh hari, tim SAR gabungan belum menemukan tiga ABK Kapal Layar Motor (KLM) Asia Mulia yang karam setelah ditabrak kapal besi di perairan Bantaeng. Meski demikian, atas permintaan keluarga, pencarian tiga ABK yang hilang itu diperpanjang selama tiga hari ke depan.
“Sesuai dengan SOP Basarnas setelah melaksanakan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal KLM Asia Mulia selama tujuh hari maka operasi sar kami nyatakan untuk dihentikan dan ditutup dengan hasil nihil, namun dikarenakan ada permintaan keluarga korban, maka pencarian akan diperpanjang hingga tiga hari,” kata Andi Sultan, Kepala Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar.
Sultan menambahkan bahwa pihak Basarnas sebelumnya telah melakukan penandatanganan penghentian pencarian yang disaksikan oleh pihak pemerintah dan keluarga korban.
“Setelah dilakukan penandatanganan berita acara penghentian pencarian terhadap korban dengan pihak keluarga, namun kemudian pihak keluarga meminta basarnas untuk tetap melakukan pencarian hingga tiga hari kedepan,” ujar Sultan.
Sebelumnya, diketahui bahwa KLM Asia Mulia yang memuat delapan orang abk dan mengangkut 57 ekor kerbau dengan rute Pulau Rote, NTT menuju ke Pelabuhan Bunge, Kabupaten Jeneponto pada Kamis, 19 Juni 2025 pukul 04.00 wita. KLM Asia Mulia ditabrak oleh kapal besi yang melintas di jalur yang sama, sehingga menyebabkan KLM Asia Mulia terbelah dan karam.(egg)
Adapun data penumpang KLM Asia Mulia adalah sebagai berikut:
Korban Selamat:
- Asrul (L / 41 Tahun)
- Ebit (L/ 30 Tahun)
- Pence (L / 31 Tahun)
- Laki (L / 32 Tahun)
- Supri (L / 25 Tahun )
Korban Dinyatakan Hilang:
- Supriadi Nunung (L /46 Tahun) (Nahkoda)
- Asdar (L /52 Tahun) (KKM)
- Aldi (L /27 Tahun) (Kelasi)

Leave a Reply