Karyawan PDAM Bantaeng Mogok Kerja, Warga Bakal Kesulitan Air Bersih

PECAH. Kaca kantor PDAM Bantaeng yang pecah setelah diamuk pengunjuk rasa yang merupakan karyawannya sendiri.

PECAH. Kaca kantor PDAM Bantaeng yang pecah setelah diamuk pengunjuk rasa yang merupakan karyawannya sendiri.

KLIKSANDI.COM, Bantaeng Ratusan karyawan PDAM Bantaeng melakukan aksi mogok kerja, selama beberapa hari ke depan. Warga Bantaeng yang bergantung pada kebutuhan air bersih dari PDAM, bersiaplah menampung air.

Air bersih PDAM diperkirakan tidak akan mengalir dalam beberapa hari ke depan. Hampir seluruh karyawan dan staf PDAM menyatakan tidak akan bekerja dan menghentikan aliran air ke rumah warga.

“Kami mogok kerja. Suplai air kita hentikan. Sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata seorang staf PDAM yang enggan disebutkan namanya.

Aksi mogok kerja ini dipicu oleh permintaan PDAM Bantang yang ingin memotong gaji karyawan. Sebagian besar karyawan menolak rencana itu. Sumber dari internal PDAM menyebutkan pemotongan itu berkaitan dengan temuan PDAM Bantaeng di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Ada temuan di PDAM. Semua karyawan mau dipotong gajinya. Tentu karyawan menolak,” kata sumber tersebut.

Para karyawan lalu melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Bantaeng. Aksi tersebut dilakukan secara spontan setelah para karyawan mengetahui nilai uang yang harus mereka kembalikan ke PDAM.

“Ada macam-macam nilai uang yang harus dikembalikan. Ada yang sampai 36 juta. Ada juga yang belasan juta,” kata dia.

Sumber itu mengaku tidak tahu pasti kenapa setiap karyawan harus mengembalikan gaji mereka ke PDAM. Informasi yang dia dapatkan, uang dari potongan gaji itu akan dilakukan untuk menutupi temuan pengembalian kerugian negara yang ditemukan oleh BPK.

“Katanya ada temuan dari BPK. Tetapi karyawan yang dibebani untuk menutupi temuan itu,” kata dia.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Bantaeng, para karyawan PDAM ini kemudian melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PDAM Bantaeng di Jalan Gelatik. Di sini, para karyawan sempat terlibat saling dorong saat istri direktur PDAM Bantaeng datang dan memalang mobilnya.

“Itu istrinya direktur PDAM Bantaeng datang mencaci maki karyawan. Sampai sempat karyawan dibilangi anjing. Maka mengamuklah para karyawan,” kata sumber itu.

Belum diketahui sampai kapan para karyawan PDAM Bantaeng ini melakukan aksi mogok kerja. Mereka menuntut agar direktur PDAM Bantaeng, Suwardi segera dicopot dari jabatannya.

“Belum tahu sampai kapan mogok kerja. Sepertinya sampai direktur PDAM Bantaeng dicopot dari jabatannya,” kata dia.

Hingga sore ini, sejumlah warga di Bantaeng mengaku mulai sulit mendapatkan air bersih. Beberapa daerah di perkotaan Bantaeng mengaku mulai merasakan debit air yang mulai mengecil.

“Di rumahku airnya sudah mulai mengecil. Mungkin suplai air benar-benar sudah ditutup,” jelas seorang warga, Aril yang tinggal di Jalan Pemuda, Bantaeng.

Perekrutan Karyawan yang Tidak Wajar

Salah satu staf PDAM lainnya mengungkapkan pada dasarnya, semua karyawan bersedia mengembalikan kerugian negara berdasarkan temuan BPK itu. Hanya saja, direktur PDAM, Suwardi tidak transparan terkait dengan temuan BPK itu.

“Tidak pernah dijelaskan, kenapa kami harus mengembalikan sebesar itu. Apa pelanggaran kami dan seperti apa temuan BPK itu,” kata staf yang enggan disebutkan namanya itu.

Dia juga menyebut, hal lain yang tidak wajar di PDAM Bantaeng adalah kebijakan direktur yang memangkas upah dan uang makan semua karyawan PDAM. Hal itu sebenarnya sudah terjadi sejak Suwardi memimpin PDAM Bantaeng.

Uniknya, kata dia, Suwardi merekrut banyak karyawan tambahan selama memimpin. Dia menyebut, ada 50-an karyawan PDAM yang direkrut selama masa jabatannya yang kurang dari satu tahun. Selain itu, proses perekrutannya juga tidak wajar.

“Semua karyawan yang direkrut ini menuntut gaji. Sementara keuangan PDAM sedang tidak baik-baik saja. Hebatnya lagi, ada karyawan yang baru satu bulan bekerja, langsung menjadi karyawan tetap. Ini semua yang tidak wajar di PDAM,” kata dia.(egg)

Leave a Reply