Banyak Korban Jiwa, Warga Minta CCTV dan Pos Terpadu di Jembatan Kembar Gowa

Foto jembatan kembar Gowa dari udara.

Foto jembatan kembar Gowa dari udara.

KLIKSANDI.COM, Gowa Kasus kematian di Jembatan Kembar Gowa kerap terjadi. Mulai dari kasus bunuh diri, hingga kecelakaan lalu lintas. Baik itu kecelakaan lalu lintas di jembatan atau kecelakaan di perahu penyeberangan.

Warga sekitar berharap agar jembatan itu dipasangi CCTV. Tujuannya, agar aktivitas di jembatan itu bisa dipantau selama 24 jam.

“Jadi bisa dipantau selama 24 jam. Jika ada yang jatuh di jembatan, bisa langsung cepat diselamatkan,” kata seorang waga sekitar, Aripin.

Dia menyebut, keberadaan CCTV itu sangat penting. Menurutnya, CCTV tidak hanya untuk menyelamatkan orang yang jatuh di jembatan. Melainkan juga bisa membantu semua orang untuk memantau arus lalu lintas dan potensi bencana dari sungai Jeneberang.

“Dari CCTV, kita bisa lihat kondisi arus lalu lintas. Ancaman bencana juga bisa kita lihat dari luapan sungai Jeneberang,” kata dia.

Warga lainnya, Aris mengaku Jembatan Kembar Gowa juga perlu dilengkapi pos pengamanan terpadu. Petugas lalu lintas dan petugas Damkar atas tim SAR bisa standby di pos terpadu itu. Tujuannya, jika ada korban kecelakaan bisa langsung ditangani dengan cepat.

“Ini semua perlu dipikirkan bersama. Semua stakeholder sudah perlu membahas masalah di jembatan kembar ini,” kata dia.

Sekedar diketahui, jembatan kembar sudah banyak menelan korban jiwa. Data yang dihimpun, pada 2014 lalu, seorang wanita berinisial FU (30) mengakhiri hidupnya di jembatan itu. Tak hanya itu, CR, seorang warga Tamarunang, Kecamatan Pallangga, Gowa hendak bunuh diri dengan melompat di Jembatan Kembar pada 2022. Sebelumnya, Kamis (6/3/2024), seorang perempuan pun nyaris mengakhiri hidupnya. Beruntung wanita itu selamat setelah seorang anggota polisi mencegah aksi perempuan itu.

Kasus terbaru adalah seorang perempuan berinisial RK (25) melompat dari Jembatan Kembar ke Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (22/10/2025) sore.

Aksi nekat ini langsung menghebohkan masyarakat sekitar dan beruntung, sejumlah warga segera bertindak cepat menolong korban. Warga berhasil menyelamatkan RK tak berselang lama setelah kejadian.

Warga Desa Bontojai, Kecamatan Parangloe, Gowa, ini sekarang menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syekh Yusuf Gowa. RK mengaku naik ojek online dari Makassar menuju Sungguminasa, Gowa, untuk ke tempat kerjanya.

“Saya turun di taman depan Pasar Minasa Maupa, lalu tiba-tiba tidak sadar jalan ke Jembatan Kembar dan loncat ke sungai,” ungkap RK yang kini terbaring dirawat.

Kepala SPKT Polres Gowa, Ipda Ahmad Hari, membenarkan kejadian ini. “Benar, tadi ada warga yang melompat ke Sungai Jeneberang. Tapi warga sekitar berhasil menyelamatkannya,” jelasnya.(egg)

Leave a Reply