KLIKSANDI.COM, Makassar — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel akan menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musoprov) bulan depan. Musoprov ini dimajukan tiga bulan lebih awal. Ketua umum KONI Sulsel, Yasir Machmud, memastikan diri tidak akan maju lagi.
“Kemungkinan saya tidak akan maju lagi,” ujar Yasir, Kamis (23/10/2025).
Yasir menyebut ingin fokus menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel. Ia terpilih dari Dapil VII Kabupaten Bone dengan perolehan 51.432 suara.
“Saya akan fokus menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi,” ucapnya.
Di bawah kepemimpinan Yasir, prestasi olahraga Sulsel menurun. Pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, Sulsel hanya menempati peringkat 16 dari 38 provinsi. Dari 402 atlet di 42 cabang olahraga, hanya 61 medali diraih: 10 emas, 19 perak, dan 32 perunggu.
Hasil ini lebih buruk dibanding PON XIX Jawa Barat 2016, saat Sulsel finis di peringkat 12.
Tidak hanya peringkat Sulsel yang menurun, penggunaan anggaran Rp31,5 miliar untuk PON 2024 mendapat perhatian Kejaksaan Tinggi Sulsel. Dana Rp17,5 miliar dikelola KONI Sulsel, dan Rp14 miliar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel. Masalah muncul saat training camp (TC) atlet.
Makanan yang disediakan berupa nasi kotak dinilai tidak layak dan tidak memenuhi standar nutrisi atlet. Peralatan juga jadi sorotan. Yasir mengaku telah dimintai klarifikasi oleh Kejati Sulsel dua bulan lalu dan sudah menyerahkan seluruh data yang diminta.
“Sudahmi, selesaimi dari dua bulan lalu,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyelidikan Kejati tidak memengaruhi program kerja KONI Sulsel. Saat ini sedang berlangsung Pra Porprov Sulsel. Tahun depan, Porprov digelar di Kabupaten Bone dan Wajo. KONI juga mulai persiapan menghadapi Pra PON 2027.
“Nda adaji pengaruhnya,” tegas Yasir.
Musoprov KONI Sulsel
Musoprov KONI Sulsel dijadwalkan berlangsung Rabu, 19 November 2025. Salah satu agendanya memilih ketua umum periode 2025–2029. Pendaftaran bakal calon (balon) ketua dibuka 24–31 Oktober 2025.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Abd Chalik Suang, menyebut balon harus mengantongi 27 rekomendasi dukungan: minimal 19 dari Pengprov Cabor dan 8 dari KONI kabupaten/kota.
“Tidak boleh dua dukungan kepada bakal calon ketua. Kalau dua, batal,” ujar Chalik di Kantor KONI Sulsel, Rabu (22/10/2025).
Balon juga wajib memiliki pengalaman mengurus cabang olahraga. Jika masih menjabat sebagai ketua Cabor, harus mengundurkan diri terlebih dahulu.
“Tak boleh merangkap jabatan,” tambahnya.
Kelengkapan administrasi meliputi fotokopi KTP, KK yang dilegalisir, dan surat pernyataan kesanggupan menjadi ketua umum. Setelah pendaftaran ditutup, pemeriksaan berkas dilakukan 3–5 November. Pemberitahuan berkas kurang lengkap disampaikan 7 November. Peserta diberi waktu 8–10 November untuk melengkapi.
Rapat verifikasi digelar 11 November, pengumuman hasil verifikasi 12 November. Masa sanggah berlangsung 13–14 November. Pengumuman calon ketua dijadwalkan 17 November.
“Paling lama 19 November kita sudah Musoprov,” tutup Chalik.(egg)

Leave a Reply