KLIKSANDI.COM, Gowa – Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIV/Hasanuddin menyebut kasus penyelidikan terhadap kematian prajurit Yonarhanud 4/AAY berinisial Prada HMN naik ke penyidikan.
Sekedar diketahui, Prada HMN ditemukan tergeletak di kamar mandi baraknya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), beberapa waktu lalu. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
“Kami sudah konfirmasi ke Pomdam, itu udah ke tahap penyidikan,” ujar Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Kav Budi Wirman kepada detikSulsel, Senin (20/10/2025).
Meski sudah naik ke tahap penyidikan, pihak Pomdam belum menetapkan siapa yang menjadi tersangka dari kasus ini. Budi mengatakan penyidik saat ini masih memeriksa sejumlah saksi untuk menguatkan hasil penyidikan. Menurutnya, pemeriksaan belum rampung.
“Masih pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi. Belum selesai,” katanya.
Dia menjelaskan naiknya kasus ke tahap penyidikan menandakan adanya indikasi unsur pidana. Namun, dia belum mau mengomentari soal dugaan penganiayaan terhadap Prada HMN.
“Belum (ada penetapan tersangka). Kalau penyidikan berarti sudah ada unsur pidananya,” ungkapnya.
“(Dugaan pidana) itu nanti biar penyidik yang menyampaikan. Tapi, yang jelas penyidik sampaikan sekarang naik ke proses penyidikan dan masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi,” terangnya.
Budi menyebut peningkatan status kasus ke penyidikan berlangsung sejak pertengahan pekan lalu. Hingga kini, penyidik masih terus memanggil dan memeriksa saksi-saksi dari satuan korban.
Budi juga menyebut hasil autopsi jenazah Prada HMN belum keluar dari rumah sakit. Hasil itu akan menjadi bagian penting dalam proses pembuktian penyidikan.
Diberitakan sebelumnya, Pomdam memeriksa sejumlah prajurit Yonarhanud 4/AAY terkait kematian Prada HMN yang ditemukan tergeletak di kamar mandi baraknya di Gowa. Pemeriksaan dilakukan terhadap rekan hingga komandan peleton (danton) korban.
“Kalau diperiksa, namanya diselidiki, banyak diperiksa. Ada beberapa teman-teman dia satu peleton itu diperiksa beberapa orang. Termasuk dantonnya,” ujar Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Kav Budi Wirman.
Diketahui, Prada HMN ditemukan tergeletak di kamar mandi baraknya di Gowa pada Sabtu (11/10). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Pihak keluarga menyebut jenazah Prada HMN memiliki sejumlah luka lebam di tubuhnya. Keluarga pun meminta autopsi di RS Bhayangkara Makassar.
“Luka lebam di sekitaran telinga kiri dan kanan. Leher belakang. Terus punggung. Pangkal paha. Ada juga di kaki, betis depan,” kata sepupu Prada HMN berinisial MTS.(egg)

Leave a Reply