KLIKSANDI.COM, Makassar — Potensi terjadinya aklamasi di Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel sepertinya akan terbuka lebar. Ada pola yang terlihat. Desain pola ini sudah terjadi di sejumlah provinsi lainnya di Indonesia.
Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid membaca adanya pola itu. Desainnya terlihat sama di sejumlah provinsi lain, di mana hasil pemilihan ketua DPD I Partai Golkar kerap berakhir dengan kesepakatan tunggal setelah mendapat sinyal dari DPP. Oleh karena itu, ketua DPD II dan para pemilik suara disarankan untuk tidak terlalu terburu-buru menyatakan sikap lebih awal.
“Kalau kita melihat masing-masing provinsi lain aklamasi. Jadi bisa saja Sulsel juga aklamasi. Tetapi kalau aklamasi berarti sudah ada sinyal dari DPP bahwa ini yang dipilih. Hanya saja, sampai sekarang belum terlihat,” kata Kadir, Minggu (12/10/2025).
Ia bahkan melihat tak menutup kemungkinan pola aklamasi yang pernah terjadi pada periode sebelumnya akan terulang. Dia menyebut, pada Musda sebelumnya, ada empat calon ketua Golkar yang mendaftar. Belakangan, ke empat calon ini menyatakan aklamasi.
“Jadi, bisa saja pola yang sama terulang. Mereka daftar dulu, lalu berembuk bersama,” katanya.
Meski demikian, Kadir mengingatkan bahwa secara mekanisme, Musda tetap memiliki tahapan formal yang akan berjalan setelah jadwal resmi ditetapkan oleh DPP. Lantaran saat ini, ia menilai, persaingan kandidat masih dinamis maka pentahapan Musda belum ada jadwalnya.
Menurut dia, Taufan Pawe (TP) memberi sinyal bahwa Musda Sulsel kemungkinan digelar sebelum Desember. “Kalau menurut Pak TP, sebelum Desember saya kira sudah harus ada Musda,” ujarnya.
Kadir menjelaskan, bagi kandidat yang berambisi menakhodai Golkar Sulsel, jalur utama tetap melalui komunikasi langsung dengan DPP, meskipun dukungan DPD II tetap memiliki bobot signifikan.
“Hal yang paling urgen bagi kandidat ketua itu tetap harus langsung ke DPP. Meski dukungan DPD II penting, tapi kalau sudah ada sinyal dari DPP, biasanya teman-teman di bawah akan ikut,” jelasnya.
Hingga kini, lanjut Kadir, DPP Golkar belum memberi bocoran soal arah dukungan. Namun, sejumlah nama kuat mulai mengemuka dalam bursa calon Ketua Golkar Sulsel.
Empat hingga lima nama disebut-sebut memiliki peluang: Taufan Pawe, Munafri Arifuddin (Appi), Andi Ina Kartika Sari, Adnan Purichta Ichsan, dan Ilham Arief Sirajuddin. Belakangan nama Supriansa juga ikut beredar dalam radar elite Golkar.
Kadir menyebut, sejauh ini Munafri Arifuddin masih mendominasi dukungan di tingkat DPD II.
“Appi sudah mengantongi sekitar 17 dukungan DPD II, tapi pertanyaannya, apakah itu mendapat respons dari DPP?” ujarnya.
Ia kemudian menyoroti peran penting DPP dalam menentukan arah Musda. Menurutnya, pola “aklamasi terencana” biasanya dilakukan setelah DPP memastikan semua calon bisa menerima satu nama yang diusung.
“Trend-nya selalu aklamasi. Saya melihat DPP belum akan memberi jadwal sebelum calonnya sudah klop. Tapi itu pandangan saya saja,” ucapnya.
Selain Appi, nama Andi Ina Kartika Sari, yang juga Bupati Barru dan Bendahara Golkar Sulsel, ikut menguat setelah disebut-sebut mendapat dorongan langsung dari Idrus Marham dan Muhiddin dari jajaran DPP Golkar.
“Ibu Andi Ina itu didorong oleh Pak Idrus Marham dan Pak Muhiddin untuk maju. Beliau tidak pernah sosialisasi, tidak punya ambisi pribadi. Dorongan itu murni datang dari dua tokoh senior DPP,” ungkap Kadir.
Sementara itu, kandidat lain seperti Adnan Purichta Ichsan, Ilham Arief Sirajuddin, dan Supriansa juga terus membangun komunikasi dengan elite nasional Golkar guna memperoleh restu politik.
“Yang pasti, siapa pun yang akan memimpin Golkar Sulsel nanti harus mampu memenangkan Golkar dan merebut kembali jabatan Ketua DPRD Sulsel,” tegas Kadir.(egg)

Leave a Reply