KLIKSANDI.COM, Makassar – Tuan rumah utama Porprov Sulsel yang akan digelar tahun depan rupanya akan berpindah dari Wajo ke Kabupaten Bone. Indikasinya mulai terlihat, KONI Sulsel berencana memindahkan pembukaan Porprov Sulsel dari Wajo ke Bone.
Sekedar diketahui, kedua daerah ini ditunjuk sebagai tuan rumah bersama pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 mendatang. KONI Sulsel menganggap acara pembukaan terbuka lebar bagi Kabupaten Bone.
Sekretaris KONI Sulsel, Mujiburrahman mengungkapkan, hasil kunjungan yang dilakukan kedua daerah tersebut menunjukkan Bone lebih layak menjadi lokasi pembukaan. Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah kapasitas stadion.
“Kami dari KONI Sulsel sudah melakukan kunjungan ke Kabupaten Bone dan Wajo untuk melihat kelayakan. Memang Bone jauh lebih layak untuk menjadi lokasi pembukaan karena kondisi stadionnya lebih representatif,” ujarnya.
Menurutnya, Porprov merupakan ajang olahraga tingkat provinsi yang akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Sulsel.
Oleh karena itu, diperlukan stadion dengan kapasitas besar untuk menampung kontingen sekaligus masyarakat yang hadir menyaksikan.
“Stadion di Bone luas dan mampu menampung lebih dari 10 ribu orang. Itu menjadi syarat penting, karena peserta saja sudah ribuan, belum lagi penonton. Jika kapasitas di bawah 10 ribu tentu tidak memungkinkan,” jelasnya.
Dengan keunggulan fasilitas tersebut, Bone dipandang lebih siap dibanding Wajo untuk menggelar seremoni pembukaan yang dipastikan akan menjadi sorotan utama perhelatan Porprov 2026.
Meski demikian, KONI Sulsel masih akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Bone maupun Wajo untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan teknis penyelenggaraan.
“Keputusan final tentu tetap menunggu pembahasan lebih lanjut. Namun untuk saat ini, Bone memang sangat berpeluang besar,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah warga Bone menyambut baik peluang daerah mereka menjadi tuan rumah pembukaan Porprov. Salah satunya, pemuda asal Tanete Riattang Andi Rahmat.
“Kami sebagai masyarakat Bone tentu bangga kalau pembukaan Porprov dilaksanakan di sini. Stadion kita memang besar dan representatif, apalagi Bone punya sejarah panjang dalam olahraga. Ini bisa jadi momen untuk mengangkat nama daerah,” ujarnya.
Ia menilai Porprov tidak hanya menjadi ajang olahraga, tapi juga bisa membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau Bone jadi tuan rumah pembukaan, pasti banyak tamu dari luar yang datang. Itu tentu membantu usaha kecil, pedagang, hotel, transportasi, semua bisa merasakan dampaknya,” katanya.
Dirinya berharap, ajang Porprov Sulsel 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang prestasi olahraga, tetapi juga momentum memperkenalkan potensi daerah tuan rumah kepada seluruh masyarakat Sulsel.(egg)

Leave a Reply