Akun X Jadi Bukti Polisi Keterlibatan WFT sebagai Hacker Bjorka

BJORKA? Kolasi foto WTF (22) yang disebut sebagai sosok hacker bjorka. Benarkah?

BJORKA? Kolasi foto WTF (22) yang disebut sebagai sosok hacker bjorka. Benarkah?

KLIKSANDI.COM, JakartaNetizen meragukan jika polisi benar-benar telah menangkap hacker Bjorka yang disebut adalah pria berinisial WFT (22). Namun, polisi memiliki bukti yang kuat, yaitu akun X yang sudah ada sejak 2020 lalu.

Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus angkat bicara. Kepastian WFT (22) itu adalah Bjorka asli, masih terus didalami.

“Kan kemarin sudah saya sampaikan, kita masih telusuri jejak digital 2020. Kan Ada parameter yang kita gunakan untuk mengeindetifikasi apakah bener dia bjorkanism di tahun 2020,” kata Fian saat dihubungi, Sabtu (4/10).

Menurut Fian, dari pemeriksaan awal memang ada petunjuk. Akun X alias Twitter bernama Bjorka sejak 2020 ternyata hanya dimiliki WFT. Itu tandanya, sejak tahun itu tidak ada akun lain dengan nama serupa.

“Tetapi dari bukti digital awal yang kemarin saya sampaikan dari akun X memang akun twitter itu dari 2020 yang dia punya. Jadi tahun 2020 gak ada akun twitter lain yang bernama Bjorka, cuma punya dia. Apakah dia itu? Ya kita masih perlu, kan baru satu bukti, perlu dicek lagi dengan bukti lain,” ujar dia.

Dia menerangkan, Bjorka di dark web tercatat beberapa kali mengklaim telah memobol pelbagai data di kementerian sampai nama-nama pejabat. Semua itu kini sedang dicocokkan dengan jejak digital WFT.

“Itu nanti akan kita bandingkan bukti digital yang lagi diproses di labfor ini. Nah begitu itu kita temukan, baru kita pastikan bahwa dia orang yang sama,” tandas dia.

Polisi masih menghitung berapa banyak uang yang sudah dikantongi WFT (22), pemuda yang diklaim sebagai hacker dengan nama Bjorka. Dia tercatat sudah banyak menjual data-data secara ilegal di dark web sejak 2020 silam.

Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus mengatakan, penelusuran harta kekayaan WFT masih berjalan. Butuh waktu lama untuk memastikan berapa keuntungan yang didapat WFT selama beraksi.

“Iya masih kita hitung. Butuh waktu untuk membuka harta kekayaan,” kata dia saat dihubungi, Sabtu (4/10).

WFT menjual data-data milik orang lain melalui forum-forum di dark web. Semuanya dijual dengan pembayaran mata uang kripto. Polisi sudah mengantongi jejak transaksi tersebut.

“Sudah ada di kita. Lagi di tracing (nilainya), cuma butuh waktu,” ucap dia.

Semua penghitungan nantinya berkaitan dengan apakah data sudah dialihkan ke pihak lain atau belum. Jika iya, maka hasil penjualan bisa dilacak dari pendapatan yang diterima melalui jalur kripto.

“Itu nanti render dengan pendapatan dia, render dengan itu. Karena ketika dia distribusi ke orang kan dapat uang. Nanti kita krocek dua arah,” ucap dia.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya meringkus seorang pemuda berinisial WFT. Meski baru berusia 22 tahun tapi dia sudah lihai di dunia peretasan. Dari balik layar komputer, pemuda berinisial WFT itu bersembunyi di balik banyak nama samaran.

Mulai dari Bjorka, SkyWave, shinyhunter sampai Oposite6890. Jejaknya berserakan di dark web untuk mengelabui kepolisian. Sementara keterkaitan WFT (22) dengan Bjorka yang selama ini dicari-cari masih perlu verfikasi lebih lanjut.

Sepak terjang WFT akhirnya terhenti di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara pada Selasa, 23 September 2025.

“Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku WFT,” kata Kasubdit Penmas Polda Metro, AKBP Reonald Simanjuntak saat konferensi pers, Kamis (2/10).

Dia menjelaskan, WFT sebagai pemilik akun X atau Twitter dengan nama Bjorka dan @Bjorkanesiaa. Dari akun itulah ia memamerkan tangkapan layar berisi database nasabah sebuah bank swasta.

Sementara itu, Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus menambahkan, WFT sudah mulai berkecimpung di dark web sejak 2020. Di sana, ia menjual data-data yang diklaim berasal dari berbagai institusi dalam maupun luar negeri.(egg)

Leave a Reply