KLIKSANDI.COM, Maros – Ular yang masuk ke permukiman warga di Kabupaten Maros kian marah. Tiga ekor ular dievakuasi Tim Animal Rescue Damkar Maros dari pemukiman warga di Dusun Carangki Selatan, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/9/2025) malam.
Kepala Damkar Maros, Jufri, menyebut setelah menerima laporan, pihaknya langsung menurunkan lima personel dari Pleton II dengan satu unit armada F17 untuk evakuasi.
Petugas langsung menyisir area sekitar pemukiman pukul 22.30 WITA.
“Tim dilengkapi APD dan dua grabstick untuk mendukung proses evakuasi,” katanya.
Ia menyebut evakuasi ular kerap dilakukan, terutama saat ada pembersihan lahan. “Ular keluar karena habitatnya terganggu. Kebetulan di belakang pemukiman warga ada pembersihan lahan, kemungkinan besar ular-ular ini terusik,” jelas mantan Kepala Kesbangpol ini.
Jufri menyebut jenis ular yang dievakuasi terdiri dari dua ekor sanca kembang (Reticulatus) berukuran 2,5 meter dan 3,5 meter, serta satu ekor ular serasah (Lycodon capucinus).
“Kalau dibiarkan tentu berbahaya, apalagi ada dua ekor sanca dengan ukuran cukup besar,” ujarnya.
Jufri mengimbau warga tetap waspada, terlebih saat musim pembersihan lahan. Menurutnya, situasi seperti ini sering memicu keluarnya hewan liar.
“Kalau ada temuan ular, jangan ditangani sendiri. Segera hubungi Damkar, kami selalu siap siaga 24 jam,” pesannya.
Ia juga meminta warga menjaga kebersihan lingkungan, tidak menumpuk kayu atau sampah di sekitar rumah.
“Lingkungan yang bersih membuat ular enggan mendekat. Itu cara pencegahan yang paling efektif,” pungkas Jufri.
Personel Pleton II, Muhammad Naqib Assegaf, yang ikut dalam evakuasi, menuturkan ular ditemukan di lokasi yang sama di sekitar rumah warga.
“Ularnya keluar karena ada pembersihan di belakang rumah warga. Dari penyisiran, kami temukan tiga ekor ular,” kata Naqib.
Ular pertama berhasil ditangkap sekitar pukul 22.31 WITA. Proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Namun, evakuasi ular kedua berlangsung cukup lama karena berada di dalam lubang di bawah pohon. “Untuk ular kedua, butuh teknik khusus karena posisinya di lubang. Itu yang memakan waktu lama,” ujar Naqib.
Ular ketiga berhasil diamankan pukul 23.50 WITA. Setelah itu, tim kembali ke markas sekitar pukul 00.00 WITA.
“Ular kemudian diamankan ke Mako Damkar,” tutupnya.(egg)

Leave a Reply