Koperasi Merah Putih di Palopo Belum Beroperasi

Koperasi Merah Putih

ILUSTRASI. Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih

KLIKSANDI.COM, PalopoSejumlah koperasi Merah Putih di Kota Palopo diketahui belum beroperasi. Salah satunya, koperasi Merah Putih yang dibentuk di Kelurahan Battang, Kota Palopo. Program pemberdayaan ekonomi rakyat itu masih terkendala karena belum adanya petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah.

Ketua Koperasi Merah Putih Battang, Mukhlis Raini, mengatakan koperasi dibentuk sejak awal 2025. Namun aktivitasnya belum berjalan karena pengurus masih menunggu kejelasan regulasi.

“Sampai saat ini belum ada yang jalan, apalagi juknisnya juga belum ada. Kendalanya memang di situ. Informasinya nanti setelah ada kantor, baru diajukan ke pihak bank untuk ditinjau dan diverifikasi,” ujar Mukhlis.

Meski demikian, pengurus sudah menyusun rencana usaha di bidang distribusi gas elpiji 3 kilogram, pupuk, dan beras. Rekrutmen anggota juga mulai dilakukan. Dalam musyawarah warga, disepakati besaran simpanan pokok Rp50 ribu dan simpanan wajib Rp10 ribu. Koperasi juga telah membuka rekening di bank mitra pemerintah.

“Harapan kami, koperasi ini bisa memberdayakan masyarakat. Kami berharap pemerintah memberi bantuan. Kedepan, kami ingin koperasi benar-benar berdaya guna dan bermanfaat bagi semua,” kata Mukhlis.

Lurah Battang, Rahman, menyebut pemerintah kelurahan telah memfasilitasi pembentukan koperasi mulai dari legalitas, pelatihan, hingga penyediaan sekretariat. Ia juga ditunjuk sebagai ketua pengawas koperasi bersama aparat kelurahan.

“Sejak awal, pembentukan koperasi ini kami fasilitasi. Karena koperasi ini dibentuk dari masyarakat, kami sebagai pelayan masyarakat harus turun tangan langsung,” ucap Rahman.

Ia menambahkan, wilayah Battang memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi, cengkeh, dan durian, serta berada di jalur poros Palopo–Toraja Utara yang ramai dilalui. Potensi itu, kata dia, bisa dikelola melalui koperasi untuk membantu UMKM maupun petani.

“Inilah peluang besar yang bisa dibangkitkan melalui koperasi. Kalau koperasi bisa difungsikan dalam waktu dekat, insya Allah akan membantu warga, baik UMKM maupun pelaku perkebunan, terutama soal permodalan dan distribusi hasil usaha mereka,” ujar Rahman.

Sejumlah warga pun berharap koperasi segera berjalan agar bisa membantu memasarkan hasil perkebunan dan membuka akses permodalan. “Kalau ada koperasi, kami bisa lebih mudah menjual hasil durian, tidak hanya nunggu orang singgah di jalan,” kata Riham, warga setempat.(egg)

Leave a Reply