KLIKSANDI.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran krusial dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini disampaikan Tito dalam acara Indonesia Best BUMD Awards 2025 di Jakarta, Rabu.
“BUMD sangat diharapkan untuk menambah kapasitas pendapatan daerah supaya bisa belanjanya tidak minus. Karena banyak daerah-daerah yang belanjanya lebih tinggi dari target pendapatan (PAD),” ujar Tito.
Menurut Mendagri, selain meningkatkan PAD, keberadaan BUMD juga mampu membuka lapangan kerja, memancing peran aktif sektor swasta, serta menjadi zona penyangga (buffer zone) di bidang-bidang strategis, termasuk pangan.
Tito menjelaskan bahwa kapasitas fiskal daerah terbagi menjadi tiga kategori: kuat, sedang, dan lemah.
Daerah dengan fiskal kuat ditandai dominasi PAD yang lebih tinggi dari dana transfer pusat, sementara kapasitas sedang dicirikan oleh PAD yang relatif seimbang dengan transfer pusat.
Adapun kapasitas fiskal lemah ditandai PAD yang lebih kecil dari anggaran transfer pusat.
Ia menekankan bahwa BUMD sangat penting karena kontribusinya terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.
Profit bisnis dari BUMD secara langsung menyumbang PAD, yang pada skala lebih luas berdampak positif terhadap perekonomian nasional.
Berdasarkan data Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Tahun 2024, kondisi BUMD di sektor jasa air minum dan aneka usaha masih bervariasi:
- 346 unit BUMD sehat
- 303 unit BUMD kurang sehat
- 174 unit BUMD tidak sehat
Menyoroti data tersebut, Tito mendorong BUMD yang kurang sehat maupun tidak sehat untuk melakukan berbagai terobosan.
Menurutnya, kondisi BUMD yang tidak sehat kerap disebabkan oleh kurangnya profesionalisme tenaga kerja dan tata kelola manajemen yang belum optimal.
Dalam konteks ini, Mendagri mendorong para kepala daerah untuk menjadi pemimpin yang andal dalam mengatasi persoalan tersebut.
Kunci dari BUMD yang profesional, kata Tito, berasal dari kemampuan kepemimpinan kepala daerah yang inovatif dan memiliki jiwa kewirausahaan yang baik.
“Oleh karena itulah kemudian pengawasan harus lebih kuat, supervisi harus lebih kuat,” ujarnya.
Mendagri menuturkan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga terus berupaya meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap BUMD.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah mendorong fungsi pengawasan di jenjang eselon I Kemendagri.
Ia mengungkapkan telah mengusulkan kepada KemenPAN-RB dan Kemensetneg agar di Kemendagri dibentuk Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembinaan BUMD, yang tadinya hanya setingkat Kasubdit, agar pembinaan dan pengawasan lebih fokus.
Sebagai informasi, dalam acara ini Mendagri berkesempatan menyerahkan penghargaan kepada enam BUMD yang dinilai berprestasi, yaitu Perumda Pengolahan Air Limbah Jaya (Perumda Paljaya), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Food Station Tjipinang Jaya, dan PT LRT Jakarta.
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Yudia Ramli, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan, serta sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Kemendagri, dan perwakilan BUMD dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.(*)

Leave a Reply