Empat Jam Hujan, Sembilan Desa di Luwu Terendam Banjir

Banjr terjadi di sembilan desa di kabupaten Luwu setelah empat jam hujan deras.

Ilustrasi banjir

KLIKSANDI.COM, Luwu — Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis malam, 29 Mei 2025, memicu banjir besar yang merendam sembilan desa. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga setinggi pinggang orang dewasa, memaksa warga berjibaku dengan genangan lumpur dan air keruh yang menggenangi rumah mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu melaporkan banjir menerjang Desa Tiromanda, Pabberassang, Barowa, Tanaringgela, Sakti, Posi, Padangkalua, Puty, dan Lengkong. Air sungai Bua yang meluap sejak pukul 20.15 hingga hampir tengah malam, berpadu dengan pasang air laut, menjadi biang keladi banjir yang melumpuhkan aktivitas warga.

“Debit air naik pesat sejak hujan deras mengguyur hulu sungai, kemudian meluap hingga merendam pemukiman,” ujar Karyadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Luwu.

Sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan kantor camat ikut direndam air. Beberapa akses jalan antar desa juga tertutup longsor, menambah derita warga yang sudah kewalahan menghadapi banjir. Material longsoran tanah menutup ruas jalan sepanjang 15 meter, memutus akses kendaraan roda dua dan roda empat.

Meski banjir merendam berbagai fasilitas, BPBD memastikan tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Menjelang dini hari, tepat pukul 03.05 Wita, debit air mulai berangsur surut, menyisakan lumpur tebal yang harus dibersihkan warga.

Kini, suasana di desa-desa yang semalam diterjang banjir mulai kembali normal. Warga bahu-membahu membersihkan rumah dan fasilitas umum yang dipenuhi endapan lumpur.

Bantuan logistik sudah disalurkan, dan aktivitas perlahan bangkit kembali, meninggalkan cerita tentang banjir yang datang dan pergi dalam satu malam.(eng)

Leave a Reply