Tempat Kelahiran Presiden RI ke-3 Jadi Kota Paling Intoleran se-Indonesia

Kota Parepare yang merupakan kota kelahiran Presiden RI ke-3, BJ Habibie mendapat predikat sebagai kota paling intoleran di Indonesia.

MONUMEN CINTA. Kota Parepare.

KLIKSANDI.COM, Jakarta – Kota Parepare mendapat predikat kota paling Intoleran se-Indonesia. Kota yang menjadi tempat kelahiran presiden RI ke-3, BJ Habibie ini dianggap tidak memberikan kebijakan apapun terkait dengan toleransi.

Sekedar diketahui, predikat kota paling intoleran ini diberikan oleh Setara Institute. Setara Institute adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di Indonesia yang melakukan penelitian dan advokasi tentang demokrasi, kebebasan politik dan hak asasi manusia.

Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat skor terendah dari Indeks Kota Toleran tahun 2024 yang diluncurkan Setara Institute. Kota Parepare mendapatkan skor 3,945.

Peluncuran tersebut digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (27/5/2025). Sementara kota dengan skor terendah kedua yaitu Cilegon dengan skor 3,994. Selengkapnya, lihat di grafis.

Setara mengatakan bahwa dalam studi tersebut suatu kota mendapatkan skor terendah bukan hanya karena peristiwa intoleran ataupun hal-hal lainnya yang destruktif terhadap toleransi. Melainkan karena ketiadaan fokus dan inovasi terhadap pemajuan toleransi di kotanya.

“Sementara kota-kota telah bergegas dalam melakukan berbagai inovasi maupun terobosan dalam pemajuan toleransi,” tulis keterangan tersebut.

Kondisi demikian terlihat melalui kondisi pada Kota Pagar Alam dan Sabang. Pada studi indeks kota toleransi sebelumnya, misal 2023, kota tersebut masing-masing berada pada peringkat 81 dan 85.

“Meskipun di kota-kota tersebut studi ini mencatatkan nihil kebijakan diskriminatif maupun peristiwa intoleran, akan tetapi berbagai komponen dalam ekosistem toleransi belum terbentuk, seperti visi toleransi dalam pembangunan, kebijakan promotif toleransi, maupun berbagai tindakan pemerintah dan masyarakat,” sebutnya.

Faktor lain yang menentukan yaitu kepemimpinan politik, birokrasi, serta kepemimpinan masyarakat. Kota tersebut belum memperlihatkan kinerja nyata dan kolaboratif dalam pemajuan toleransi.

“Hal lain yang perlu mendapat sorotan berupa keberadaan sejumlah kota yang konsisten sama dari tahun-tahun sebelumnya pada peringkat 10 skor terendah, termasuk tahun 2023, seperti Cilegon, Banda Aceh, Pekanbaru, dan Lhokseumawe,” tuturnya.

“Meskipun kondisi pemajuan toleransi di kota-kota ini stagnan dan mendapat berbagai sorotan publik, hal tersebut nyatanya belum mampu secara memadai mendorong adanya inovasi maupun terobosan pemajuan toleransi, baik berbasis kebijakan, program, maupun ruang-ruang perjumpaan lintas agama,” lanjutnya.(eng)

Berikut peringkat 10 terbesar kota paling intoleran berdasarkan indeks kota toleran dari Setara Institute:

  1. Pagar Alam 4,381
  2. Sabang 4,377
  3. Ternate 4,370
  4. Makassar 4,363
  5. Bandar Lampung 4,357
  6. Pekanbaru 4,320
  7. Banda Aceh 4,202
  8. Lhokseumawe 4,140
  9. Cilegon 3,994
  10. Parepare 3,945

Leave a Reply