Gempa di Bengkulu Terjadi Subuh Hari, Ratusan Rumah Rusak

gempa di bengkulu

Ilustrasi gempa bumi

KLIKSANDI.COM, Bengkulu – Ratusan rumah mengalami kerusakan akibat gempa di Bengkulu, baik berat maupun ringan, akibat diguncang gempa magnitudo 6,3. Gempa di bengkulu ini terjadi pada subuh hari, Jumat, 23 Mei 2025.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dalam keterangannya mengungkap sementara ini tidak ada korban jiwa, hanya ada korban luka-luka.

“Sementara data masuk sekitar 100 rumah rusak berat, setengahnya rusak ringan. Kami masih menunggu laporan-laporan. Tidak ada korban jiwa namun korban luka ada,” kata Helmi saat dikonfirmasi, Jumat.

Helmi mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu akan membangun kembali rumah yang rusak berat, dan untuk yang rusak ringan akan diperbaiki.

“Rumah rusak berat akan kita robohkan lalu akan dibangun kembali. Rusak ringan akan diperbaiki, sementara ini kami telah memberikan uang duka kepada para korban yang rumahnya rusak akibat gempa,” kata Helmi.

Sementara itu Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu Khristian menyatakan data masuk sementara bangunan yang mengalami kerusakan terdiri dari rumah dan tempat usaha.

“Sementara ini data yang masuk baru dari Kota Bengkulu, kami masih menunggu data dari kabupaten,” kata Khristian.

Menurutnya, kerusakan di Kota Bengkulu menyebar di Kelurahan Betungan, Pintu Batu, Bumi Ayu, dan beberapa tempat lainnya. “Tim masih bekerja, Pak Gubernur Helmi Hasan terus melakukan pemantauan ke beberapa titik lokasi,” lanjutnya kemudian.

Gempa Susulan

BMKG menyebutkan jika pusat gempa berada di koordinat 4,17 Lintang Selatan dan 102,17 Bujur Timur, tepatnya 43 kilometer barat daya Kota Bengkulu, dengan kedalaman 10 kilometer.

Meski guncangannya cukup kuat, BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaukan bahwa gempa tersebut merupakan jenis menengah. “Akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng, jadi dalam lempeng atau kerak bumi,” ujar Dwikorita.

Dwikorita menerangkan berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa mekanisme gempa bumi tersebut merupakan patahan naik. Sehingga, kata dia, penyebab gempa karena terjadinya patahan naik di kedalaman sekitar 84 km.

“Jadi akibat adanya aktivitas patahan naik di dalam lempeng batuan kerak Samudra Hindia, seperti itu. Jadi pusat gempanya ada di laut,” papar dia.

Dwikorita memastikan bahwa gempa tersebut dari hasil pemodelan, tidak berpotensi tsunami meskipun berada di laut. Selain itu, menurut Dwikorita, potensi terjadinya gempa susulan relatif kecil.

“Karena ini sudah berapa jam dari, tadi jam menjelang pukul 3 ya, sekarang ini sudah pukul 9 ya, sudah sekitar 6 jam lebih tidak ada gempa susulan,” jelas dia.

Gempa bumi mengguncang Bengkulu pada Jumat dini hari, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada 34 unit rumah rusak. Data itu masih bisa berkembang, lantaran pendataan dan monitoring masih dilakukan. Selain itu, BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dari bencana gempa tersebut.(eng)

Leave a Reply