KLIKSANDI.COM, Jakarta — Anggota Komisi X dari Fraksi PKB Andi Muawiyah Ramly menyinggung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan sebutan ‘Gubernur Lambe Turah’.
Pria yang akrab disapa Puang Amure ini melontarkan julukan tersebut sambil menyampaikan kritik tajam kepada Dedi.
Andi mempertanyakan keputusan Dedi yang tidak mengirimkan utusan dari KORMI Jawa Barat untuk menghadiri Festival Olahraga Nasional (Fornas) ke-8 yang digelar di Nusa Tenggara Barat.
Menurut Andi, hal ini menunjukkan ketidakseriusan dalam mendukung kegiatan olahraga masyarakat.
“Kalau Pak Dedi Mulyadi, Gubernur Lambe Turah, macam-macam. Dia mengatakan saya akan mengongkosi seluruh UMKM sepuluh juta kalau dia bisa vasektomi. Masa untuk penyelenggaraan KORMI tidak bisa mengutus utusan?” ujar Andi dalam rapat.
Bagi yang belum tahu, istilah Lambe Turah identik dengan orang-orang yang senang bergosip di media sosial (medsos).
Sebelumnya, Andi mengkritik Dedi Mulyadi yang tidak mengirimkan utusan dari Kormi Jawa Barat untuk hadir dalam acara Festival Olahraga Nasional (Fornas) yang digelar setiap dua tahun oleh Kormi.
“Masa untuk penyelenggaraan Kormi tidak bisa mengutus utusan?” imbuhnya.
Ia juga membandingkan Dedi Mulyadi yang lebih memilih mengongkosi anak-anak nakal untuk dididik di barak militer.
Baca juga: Usai FPDIP Berseteru dengan Dedi Mulyadi di Sidang DPRD, Kini Ono Surono Sindir Gubernur Soal Pungli
“Masa dia bisa mengongkosi anak nakal untuk dididik di Kodam Siliwangi tapi untuk utusan Kormi ke NTB tidak mampu melakukan itu? Naif sekali gubernur ini, sangat naif. Makanya kita gugat di forum ini. ‘Hey Pak Dedi silakan utus Kormi Jawa Barat ke NTB,” ujarnya.
Gubernur Jabar itu mengaku tidak ambil pusing dengan julukan tersebut.
“Tidak apa-apa saya dijuluki ‘Gubernur Lambe Turah’ karena saat ini rata-rata orang ikut ‘Lambe Turah’,” ujar Dedi dalam acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga Edisi 8 di Kabupaten Majalengka, pada Rabu, 21 Mei 2025.
Dedi kemudian menilai, julukan apapun yang ditujukan padanya itu tidak lebih penting dari kerja kerasnya untuk membuat warga Jabar sejahtera.
“Julukan apapun kepada saya tidak penting, yang penting janji saya kepada rakyat dapat terwujud,” tukasnya.(eng)

Leave a Reply