Sulit Dapat Penumpang, Wings Air Tutup Penerbangan Makassar-Selayar

kru Wings Air di Bandara Aroeppala

SEPI. kru Wings Air saat berada di Bandara Aroeppala, Kepulauan Selayar.

KLIKSANDI.COM, Selayar – Maskapai penerbangan Wings Air terpaksa harus menutup sementara rute penerbangan Makassar-Selayar dan sebaliknya. Sulitnya mendapatkan penumpang menjadi alasannya.

Keterisian penumpang atau load factor Wings Air rute tersebut diketahui kerap berada di bawah 50 persen. Sehingga, maskapai memilih untuk menghentikan sementara rute tersebut.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Aroeppala, Hery Sugianto membenarkan pemberhentian tersebut. Dia mengatakan penghentian sementara operasional penerbangan berkaitan kebijakan maskapai yang mempertimbangkan sepinya penumpang.

“Iya, memang beberapa minggu ini kemarin penerbangan sementara dibatalkan dulu. Ya, mungkin sekaitan dengan kebijakan dari maskapai, ya. Mungkin keterisian (load factor) yang kurang,” ujar Hery.

Menurut Hery, penerbangan terakhir Wings Air berlangsung pada pekan terakhir April lalu. Sejak itu, operasional dihentikan sementara karena penumpang yang terus menurun, baik dari Selayar ke Makassar maupun sebaliknya.

“Terakhir terbang pekan terakhir bulan lalu (April), akhir bulan. Keterisian yang kurang, keterisian penumpang Selayar ke Makassar dan sebaliknya. Kalau load factor-nya memang di bawah 50 persen, sih,” katanya.

“Jadi, mungkin pertimbangan maskapai seperti itu. Kalau kemarin, sebelumnya, pada saat dibuka sampai berjalan hingga April kemarin, kan, lumayan. Tapi, setelah itu mulai berkurang,” tambahnya.

Hery menuturkan harga tiket bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab turunnya jumlah penumpang. Menurutnya, harga tiket yang berkisar Rp 900 ribu, baik dari Selayar ke Makassar maupun sebaliknya, termasuk terjangkau dibandingkan dengan rute lainnya dengan jarak penerbangan yang sama.

“Sebenarnya relatif jugalah karena hitungan harga tiket sebenarnya sudah cukup terjangkaulah dibandingkan dengan rute yang lain dengan waktu yang sama. Mungkin pertimbangan lain, kita belum tahu,” tuturnya.

Pihak bandara saat ini tengah menjajaki sejumlah opsi agar rute Selayar-Makassar bisa kembali aktif. Hery mengungkapkan salah satunya dengan mendorong adanya subsidi dari pemerintah.

“Kita lagi coba dengan alternatif seperti itu (subsidi). Kita lagi bicarakan, minta dukungan sama pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, dengan maskapai, supaya bisa terbang lagi. Kita lagi upayakan,” ungkapnya.

Hery berharap penerbangan bisa beroperasi kembali secepatnya. Menurutnya, maskapai akan beroperasi begitu jumlah penumpang dinilai mencukupi.

“(Kapan penerbangan beroperasi kembali) melihat perkembangan selanjutnya. Kalau keterisian sudah cukup, mereka (maskapai) akan terbang lagi pasti. Insyaallah,” ucapnya.

Diketahui, penerbangan rute Selayar-Makassar resmi dibuka setelah vakum selama 1,5 tahun pada 20 Maret lalu. Maskapai Wings Air yang melayani rute ini dengan jadwal 3 kali sepekan menggunakan pesawat jenis ATR-72 600.

“Ya, hari ini sudah dimulai penerbangan perdana untuk rute Makassar-Selayar yang dilayani oleh pesawat Wings Air. Wings Air ini terbang seminggu 3 kali. Selasa, Kamis, Sabtu,” ujar Kepala UPBU Aroeppala, Hery Sugianto.

Buka Rute di Sumatera

Berbanding terbalik dengan di Selayar, Wings Air malah membuka rute di Sumatera bagian selatan untuk tiga titik destinasi favorit di wilayah itu.

Corporate Communication Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA di Tanjungpandan, Rabu mengatakan ketiga rute penerbangan tersebut yakni Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Depati Amir Pangkalpinang, dan Bandara Internasional H. AS Hanandjoeddin Belitung.

“Penerbangan ini dibuka mulai 14 Mei,” katanya.

Menurut dia, dengan kehadiran penerbangan ini kini masyarakat Palembang dapat terbang langsung ke Pangkalpinang dan melanjutkan perjalanan ke Belitung melalui transit di Pangkalpinang.

“Begitu juga sebaliknya warga Pangkalpinang juga semakin mudah menjangkau Palembang maupun Belitung dengan penerbangan praktis,” ujarnya.

Danang menambahkan, semua penerbangan dilayani menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.

“Pesawat tipe ini sangat ideal untuk penerbangan jarak pendek secara point-to-point, memberikan kenyamanan,
efisiensi waktu, serta kemudahan akses antar wilayah,” katanya.

Dikatakan, manfaat penerbangan ini antara lain mendorong konektivitas sosial dan budaya dengan harapan mempererat hubungan keluarga, komunitas, dan lintas budaya di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Selanjutnya mendukung dunia pendidikan, karena mempermudah mobilitas pelajar, mahasiswa, serta tenaga pengajar antar kota dan pulau.

“Kemudian meningkatkan pariwisata dengan upaya mendukung akses langsung menuju destinasi wisata unggulan seperti pantai Tanjung Tinggi Belitung, pantai Pasir Padi Bangka, hingga situs bersejarah di Palembang.

Di sisi lain, kehadiran rute penerbangan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk membuka peluang bisnis, perdagangan, dan sektor jasa, sehingga memperkuat roda perekonomian daerah.

“Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung memiliki ikatan kekeluargaan dan kekerabatan yang sangat erat, mengingat keduanya pernah berada dalam satu wilayah provinsi yang sama sebelum pemekaran,” katanya.

Ia menjelaskan, jadwal terbang Wings Air di rute Palembang – Pangkalpinang – Belitung terbagi dalam penerbangan pagi dan siang hari.(eng)

Leave a Reply