KLIKSANDI.COM, Luwu — Sejumlah desa di dua kecamatan di Kabupaten Luwu diterjang banjir, Sabtu 17 Mei 2025, dini hari. Sebanyak 540 kepala keluarga (KK) kebanjiran saat sedang tertidur pulas.
Hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Jumat malam menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan, Sabtu (17/5/2025) dini hari. Banjir ini mengakibatkan ratusan kepala keluarga terdampak.
Tak hanya itu, akses jalan poros Palopo-Makassar sempat terganggu akibat luapan air melintasi badan jalan.
“Banjir terjadi sekitar pukul 00.14 WITA. Air meluap setelah hujan deras turun sejak pukul 21.40 WITA di wilayah hulu sungai,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Luwu, Karyadi, Sabtu pagi.
Wilayah paling terdampak yakni Desa Riwang di Kecamatan Larompong, dengan sekitar 250 kepala keluarga terdampak. Sementara di Kelurahan Larompong, tercatat sekitar 25 KK juga terendam.
“Lalu di Larompong Selatan, Desa Dadeko, Sampano, dan Temboe ikut terdampak banjir dengan total sekitar 265 KK,” bebernya.
Karyadi menambahkan, ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 100 cm. Banjir merendam pemukiman warga, akses jalan, hingga rumah ibadah saat sebagian besar warga tengah terlelap.
Banjir di Luwu Utara
Kabupaten Luwu Utara juga diterjang banjir di hari yang sama. Ruas jalan poros Palopo-Makassar di wilayah Desa Sampano juga dilaporkan macet akibat genangan air melintasi badan jalan.
Meski tidak ada korban jiwa maupun kerusakan besar dilaporkan, BPBD tetap mengimbau warga untuk tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan pemantauan kondisi cuaca. Pagi ini, hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa kecamatan,” jelasnya.
Banjir akibat luapan Sungai Rongkong dan Masamba ini membuat sebagian warga terpaksa mengungsi secara mandiri ke rumah yang lebih aman. Bahkan sebagian warga mengungsi ke luar daerah.
Banjir terparah terjadi di Desa Lembang dan Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Ketinggian air rata-rata mencapai 1 meter lebih sehingga membuat warga terisolir.
Banjir yang terjadi sejak Rabu malam ini juga mengakibatkan aktivitas warga lumpuh, akses jalan antar desa terputus, serta sejumlah fasilitas umum lumpuh total.
Warga berharap banjir ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa.(eng)

Leave a Reply