Golkar Maros Tegaskan Dukung Appi di Musda

Ketua Golkar Maros, Suhartina Bohari

Ketua Golkar Maros, Suhartina Bohari

KLIKSANDI.COM, MarosPartai Golkar Maros menegaskan tidak akan berpaling ke kandidat lain. Golkar Maros sudah menegaskan akan tetap mendukung Munafri Arifuddin alias Appi di Musda Golkar Sulsel.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD II Golkar Maros, Danial Sattar, Kamis (6/11/2025). Selain Appi, ada sejumlah nama disebut-sebut akan maju di Musda Golkar.

Yaitu Taufan Pawe, Adnan Purichta Ichsan (Adnan IYL), Ilham Arief Sirajuddin, dan Andi Ina Kartika Sari. Ia menilai semua nama yang muncul memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni.

“Semuanya cocok dan pantas. Namun, berdasarkan pengalaman selama ini, yang menjadi ketua Golkar itu tidak lepas dari mereka yang memegang jabatan eksekutif atau legislatif,” kata Danial.

Ia mencontohkan sejumlah figur sebelumnya yang pernah menduduki posisi strategis saat menjabat sebagai ketua DPD I Golkar Sulsel.

“Misalnya di provinsi, dari zaman Alim Bahri yang waktu itu Bupati Majene, sampai Arsyad B yang merupakan Bupati Pangkep, kemudian Amin Syam yang juga Bupati Enrekang dan menjadi Ketua DPRD,” lanjutnya.

Tradisi tersebut menunjukkan sosok pemimpin Golkar biasanya memiliki basis kekuasaan atau posisi politik yang kuat.

“Kalau berkaca dari situ, cocoklah jika Munafri yang saat ini merupakan Wali Kota Makassar, atau Pak Taufan Pawe yang juga terpilih sebagai anggota DPR RI,” katanya.

Selain itu, nama Andi Ina Kartika Sari juga dinilai berpeluang besar lantaran kini menjabat sebagai Bupati Barru.

“Termasuk juga Patahuddin, Bupati Luwu, serta kader muda seperti anak Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng. Mereka semua punya modal politik kuat,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menyebut dinamika menjelang Musda biasanya memanas.

“Itu biasa, panas sebelum Musda. Setelah ada keputusan dari DPP, baru reda. Karena pada akhirnya, siapa yang disetujui DPP, itulah yang jadi ketua,” ujarnya.

Danial juga mengungkap alasan mengapa Musda belum dilaksanakan hingga saat ini.

“Masih ada tarik ulur antar bakal calon, dan belum ada yang disetujui DPP. Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia juga masih menunggu proses konsolidasi,” jelasnya.

Sesuai aturan organisasi, calon ketua DPD I harus merupakan kader Golkar yang memiliki legitimasi dan dukungan struktur partai.

“Yang pantas dalam AD/ART itu harus kader Golkar. Pemilik suara adalah seluruh DPD II se-Sulsel, namun tetap harus ada restu dari DPP,” tegas Danial.

Meski DPP memiliki hak diskresi, ia menilai untuk Musda kali ini tidak akan digunakan.“Semua calon adalah kader internal yang kapabel, jadi sepertinya tidak ada diskresi khusus,” ucapnya.(egg)

Leave a Reply