Misteri 33 Butir Peluru FN yang Jadi Barang Bukti Pembunuhan Husain di Polman

Ilustrasi: peluru dan senjata FN

Ilustrasi: peluru dan senjata FN

KLIKSANDI.COM, PolmanPerlahan tapi pasti, polisi terus membuka tabir di balik pembunuhan Husain alias Caing (45) di Polman. Sekedar diketahui, sudah ada empat tersangka dari kasus ini. Husain dibunuh di Polman setelah ditembak di kepala saat mengendarai mobil.

Kasus ini cukup mencengangkan publik. Apalagi, ke empat tersangka ini diduga telah merencanakan pembunuhan itu. Korban diketahui dibuntuti sejak dari pasar Campalagian dan dieksekusi di jalanan dengan sekali tembakan tepat di atas alisnya.

Empat orang tersanga diketahui berinisial DR, F dan AK serta AF. Tiga tersangka pertama lebih dulu diamankan. Mereka adalah DR sebagai eksekutor dan F serta AK. Tersangka terakhir adalah AF. Dia diamankan beberapa hari sebelumnya di Kabupaten Pinrang. AF diketahui masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk kasus narkoba.

Sampai saat ini, polisi masih menutup rapat informasi asal muasal barang bukti yang diamankan dari DR. Sekedar diketahui, Polres Polman merilis barang bukti yang diamankan dari kasus ini, beberapa waktu lalu. Barang bukti yang diamankan adalah sepucuk pistol revolver, tiga amunisi revolver, satu proyektil, 2 selongsong, 33 butir peluru FN.

Asal muasal barang bukti ini masih menjadi misteri. Polisi menutup rapat informasi mengenai barang bukti itu. Termasuk 33 butir peluru jenis FN.

Informasi yang dihimpun, peluru jenis FN adalah peluru khusus yang digunakan untuk senjata pistol jenis FN. Pistol FN adalah singkatan dari Five-seveN yang merupakan merek dagang untuk pistol semi otomatis produksi perusahaan senjata asal Belgia, FN Five-seveN.

Penamaan pistol ini didasari atas penggunaan peluru berkaliber 5,7 mm yang digunakan senjata ini, sedangkan penulisan huruf F dan N besar ditujukan pada inisial perusahaan pembuat senjata ini yaitu FN.

Sebagai senjata sidearm untuk Personal defense Weapon (PDW) FN P90, pistol ini menggunakan peluru dengan jenis yang sama yaitu 5,7 x 28 mm buatan FN yang dibuat pada awal 1990an. Biasanya, peluru jenis FN adalah jenis Full Metal Jacket (FMJ). Namun, ada juga yang berbahan polimer.

Biasanya, senjata FN digunakan oleh institusi militer dan pasukan khusus. Pada dasarnya, FN memang dibuat dan dirancang untuk kalangan militer dan kepolisian. Tetapi pada tahun 2004 FN memproduksi juga varian bagi warga sipil dengan nama FN Five-seveN USG yang dilengkapi dengan rel Picatinny.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi mengungkapkan, pistol yang diamankan adalah milik DR yang bertindak sebagai eksekutor menghabisi nyawa korban. Dia mengaku masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah pistol tersebut rakitan atau bukan, serta dari mana DR mendapatkan senjata api dan juga amunisi.

“Yang eksekutor adalah saudara DR, pemilik senjata,..masih sementara kita lakukan pemeriksaan (asal pistol),” tandasnya.(egg)

Leave a Reply