Kasus Penembakan Pria di Dalam Mobil di Polman Terungkap! Tiga Tersangka, Barang Bukti Pistol Revolver dan Peluru FN

Husain alias Chaink sesaat setelah penembakan di dalam mobil di Campalagian, Kabupaten Polman, September lalu.

DITEMBAK. Husain alias Chaink sesaat setelah penembakan di dalam mobil di Campalagian, Kabupaten Polman, September lalu.

KLIKSANDI.COM, PolmanAparat kepolisian akhirnya mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Husain alias Chaink (35). Pria yang tewas ditembak saat mengendarai mobil di Campalagian ini dibunuh dengan tembakan peluru organik di Kecamatan Campalagian, Polman, Sabtu malam 20 September 2025 lalu.

Polisi mengamankan tiga orang tersangka dari kasus itu. Ketiganya adalah AK, DR dan F. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menggeledah rumah ketiga tersangka. Dari lokasi itu, diamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah senjata jenis pistol revolver dan peluru untuk senjata FN.

“Hari ini penyidik Satreskrim Polres Polman menetapkan tiga orang tersangka kasus penembakan. Ketiga tersangka ini sudah dilakukan penahanan. Ketiga tersangka disangkakan pasal 340 subsider 338 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau 20 tahun pidana penjara,” jelas Kasatreskrim Polres Polman AKP Budi Adi.

Barang bukti lainnya adalah satu proyektil yang diangkat dari tengkorak kepala korban saat dilakukan autopsi. Penyidik juga menyita 3 butir peluru revolver, dua buah selongsong peluru. Kemudian 33 butir peluru senjata FN, satu buah helm, satu lembar jaket, dan celana pendek. Selanjutnya ada dua unit sepeda motor yang digunakan para pelaku membuntuti korban.

AKP Budi Adi mengungkap, korban dibuntuti tersangka sejak pukul 15.00 Wita sampai terjadi penembakan pukul 20.12 Wita. Korban dibuntuti dari Pasar Campalagian hingga ke TKP. Penyidik juga mengamankan alat bukti lainnya berupa rekaman CCTV.

Sementara terkait motif pelaku menghabisi nyawa korbannya masih didalami oleh penyidik. AKP Budi Adi mengungkapkan pihaknya akan menyampaikan perkembangannya setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam kepada tiga tersangka.

“Dari ketiga tersangka, yang melakukan penembakan atau eksekutornya yakni DR yang juga pemilik senjata,” ungkap AKP Budi Adi.

Tersangka AK ada hubungan keluarga tersangka DR. Kemudian tersangka F adalah kerabat dari tersangka DR. Terkait kepemilikan senjata, penyidik masih melakukan penyelidikan sumbernya dari mana.

Selanjutnya kata AKP Budi Adi, terkait motif dan sumber senjata api serta pelurunya akan disampaikan dalam pers rilis Polres Polman setelah pemeriksaan ketiga tersangka ini rampung. Termasuk apakah masih ada tersangka lainnya.

Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Slamet Wahyudi membenarkan penangkapan tiga tersangka itu. Dia menyebut, kasus itu masih sementara didalami kepolisian.

“(pelaku penembakan sudah ditangkap) betul,” kata

Kapolres Polman AKBP Anjar Purwoko yang dikonfirmasi juga membenarkan penangkapan pelaku. Pihaknya akan segera melakukan konferensi pers terkait kasus tersebut.

“Insyaallah nanti kami akan press realise, nunggu waktu. Alhamdulillah, kerja yang luar biasa dari anggota,” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Husain ditemukan tewas bersimbah darah dalam mobil di Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, Sabtu malam (20/9) sekira pukul 20.00 Wita. Dari hasil penyelidikan, korban tewas akibat tembakan peluru yang bersarang di kepalanya.

Informasi yang dihimpun penulis dari kepolisian, korban tertembak di kepala. Peluru menembus ke bagian atas dekat alis korban. Hanya saja, polisi belum memastikan apakah proyektil itu berasal dari peluru organik atau peluru dari senjata rakitan.

“yang kena peluru itu bagian atas alisnya. Tapi tidak tembus,” kata perwira polisi yang enggan disebutkan namanya.

Dia menyebut, korban diketahui adalah salah satu mantan narapidana narkoba. Dia tercatat baru saja menjalani masa tahanannya. Korban ternyata tidak sendirian di dalam mobil. Dia bertiga. Hanya saja, dua orang rekannya tidak tertembak.

“Latar belakang korban masih di dalami. Termasuk dua orang yang berada di dalam mobil,” jelas sumber tersebut.

Sebelumnya, sejumlah saksi mata mengaku sempat mendengarkan suara letusan sebelum mobil yang dikendarai Husain (35) berhenti. Selain mendengar suara letusan, juga terlihat orang mengendarai sepeda motor melaju dengan kencang.

Saoda (65) menjadi saksi dari kasus itu. Dia mengaku, letusan itu terdengar keras. Dia mengaku, awalnya mengira suara letusan itu adalah letusan ban mobil. Tetapi, lama kelamaan mobil itu dikelilingi warga lainnya.

“Sempat ada dengar suara letusan, keras sekali, seperti suara pistol,” kata warga bernama Saoda (65) kepada wartawan, Minggu (21/9/2025).

“Setelah itu saya cek di depan rumah, ada mobil berhenti. Menyala lampu belakangnya, saya kira bannya meletus,” ungkapnya.

Sejumlah warga kemudian berkumpul di sekitar mobil. Saoda yang ketakutan kemudian membangunkan suaminya.

“Saya sangat takut, tidak berani mendekat. Saya bangunkan suami setelah lihat banyak orang berkumpul, lalu ada saya dengar orang nangis-nangis,” terangnya.(egg)

Leave a Reply