KLIKSANDI.COM, Pangkep — Keberadaan kapal ambulans Pangkep yang hilang sejak Senin, 13 Oktober 2025 kini masih misterius. Kini, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal itu. Padahal, jalur yang dilewati ambulans kapal itu termasuk dalam jalur pelayaran yang ramai.
Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Andi Sultan mengatakan bahwa KN SAR Kamajaya sudah melakukan pencarian di sekitar Pulau Doangdoangan hingga ke Pulau Pagarungan, namun masih belum mendapatkan hasil mengenai keberadaan dari kapal ambulans yang hilang kontak sejak Senin lalu.
“Berdasarkan perhitungan dan simulasi dari SAR Map, pencarian telah dilakukan oleh KN SAR Kamajaya di Pulau Doangdoangan hingga ke Pulau Pangarungan dengan pola paralel karena pencarian cukup luas hingga 115 nm, dengan radial 209° arah barat daya. Selain itu kendala di lapangan adalah arus dan ombak yang cukup tinggi dan juga hingga saat ini, kami belum menemukan adanya tanda-tanda kapal ambulans tersebut, padahal jalur yang dilewati termasuk jalur pelayaran yang cukup ramai,” tegas Sultan.
Sebelumnya di ketahui bahwa kapal ambulans dengan rute Pulau Tinggalungan ke Pulau Dewakkang berangkat sejak hari Senin, 13 Oktober 2025 dengan perjalanan yang seharusnya ditempuh sekitar 8 jam namun hingga saat ini belum tiba juga sehingga dinyatakan lost contact atau hilang kontak di Selat Makassar, Kabupaten Pangkep.
Kapal ambulans yang baru saja di buat akan di antar ke Pulau Dewakkang dengan berpenumpang 3 orang, yaitu M. Tahir (65 tahun), Najamuddin (55 tahun) dan Hasri (60 tahun). Ketiganya beralamat di Pulau Tinggalungan.
Bagi sebagian nelayan, kawasan pencarian itu disebut sebagai kawasan segitiga bermuda masalembo. Kawasan ini terkenal sebagai perairan laut yang seram dalam musim tertentu. Ada banyak kecelakaan laut yang terjadi di kawasan itu.
Andi Sultan, mengungkapkan bahwa saat ini tim SAR sedang memperluas area pencarian. Pencarian diperluas hingga ke perbatasan laut pulau Jawa.
Andi Sultan mengatakan, sampai saat ini tidak ditemukan adanya petunjuk mengenai titik hilangnya kapal. Jika kapal itu tenggelam, seharusnya ada serpihan kapal seperti drom atau benda mengapung lainnya.
“Sampai saat ini belum ada ditemukannya tanda-tanda atau serpihan kapal (jika tenggelam) seperti drom atau benda apung lainnya,” kata dia.
Jika kapal itu ternyata mati mesin, maka seharusnya kapal itu ditemukan. Apalagi, tim SAR gabungan sudah menyisir kawasan laut itu sesuai dengan arus laut. Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melakukan pencarian dengan memperluas lokasi pencarian.
“Informasi yang kami dapat, setiap kapal yang hanyut kawasan itu ditemukan di bagian barat. Makanya kami perluas pencarian di bagian barat,” kata dia.
Selain itu, sejauh ini juga belum ada informasi dari pos-pos yang ada di jalur pelayaran. Setiap kapal yang ditemukan berlayar juga mengaku tidak melihat tanda-tanda kapal ambulans tersebut.
Andi Sultan juga mengaku jika kondisi medan di perairan selat Makassar kini dalam kondisi tidak baik. Menurutnya, ombak di perairan laut ini semakin tinggi. Kemiringan kapal mencapai 10 derajat.
“Selain kendala itu, kendala cuaca di lokasi pencarian juga cukup berat. Ombak semakin besar dengan kemiringan kapal mencapai 10 derajat,” kata dia.(egg)

Leave a Reply