Hujan Sehari, Bantaeng Terendam Banjir

BENCANA. Rekaman layar yang memperlihatkan banir di Kabupaten Bantaeng, Minggu 17 April 2025.

KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Hujan deras seharian pada Minggu, 27 April 2025 membuat sejumlah daerah di Bantaeng terendam banjir. Luapan Sungai Garegea yang merupakan aliran dari Cekdam Balang Sikuyu menjadi pemicu utama banjir tersebut.

Air menggenangi pemukiman padat penduduk hingga hampir sepinggang orang dewasa, sementara BPBD masih terus melakukan asesmen jumlah rumah terdampak.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng, Ismul Alam menyampaikan, pihak BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Tim SAR masih melakukan peninjauan di sejumlah lokasi banjir. Khusus untuk wilayah Garegea, Ismul menyebut jika banjir itu diperkirakan merupakan luapan dari Cekdam Balangsikuyu.

“Belum kami dapat berapa jumlah rumah karena kami masih di lapangan” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir menerjang kawasan padat penduduk di Kecamatan Bantaeng akibat luapan air Sungai Garegea dan hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Seorang warga, Endang Djie, membagikan momen banjir melalui video berdurasi 20 detik di akun Facebook miliknya.

“Kondisi air sungai Garegea-Kayangan sudah meluap, air sudah masuk perumahan-perumahan, ini jalan Garegea keluar,” tutur perekam video dalam unggahan Endang.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga memantau kondisi air dari atas jembatan. Beberapa warga tampak membersihkan sampah yang terbawa arus banjir.

Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa juga terlihat di kawasan Terminal Pasar Baru Bantaeng. Dalam video lain yang diunggah Endang, dua orang tampak berjalan hati-hati melawan arus banjir sambil membawa kantong plastik dan jerigen.

Sekretaris BPBD Bantaeng, Ismul Alam, membenarkan peristiwa ini. Ia mengatakan bahwa saat ini tim BPBD masih berada di lapangan untuk melakukan mitigasi.

“Sementara di lapangan di Garegea ada penyumbatan,” ujarnya.

Ismul menambahkan, banjir disebabkan oleh tingginya intensitas hujan. “Memang agak tinggi curah hujan, tapi sempat berhenti sejenak,” tuturnya.(eng)

Leave a Reply