KLIKSANDI.COM, Maros — Warga Maros patut waspada dengan ancaman ular yang masuk ke rumah mereka. Pada musim pancaroba seperti ini, aktifitas ular masuk ke rumah warga semakin meningkat.
Pihak Damkar Maros mengaku telah melakukan evakuasi sebanyak 130 ekor ular dalam sembilan bulan terakhir. Ular yang paling banyak dievakuasi adalah ular jenis Piton. Meski demikian, ada juga ular kobra dan ular kopi.
“Semua kami evakuasi untuk mencegah hal-hal yang membahayakan warga,” Plt Sekretaris Dinas Damkar Maros, Baso Tajong.
Dia mengatakan, ular yang diamankan itu segera diserahkan ke BKSDA Sulsel untuk dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.
“Setelah kami amankan, ular tersebut akan segera diserahkan ke BKSDA Sulsel untuk dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya,” ujar Baso.
Kasus evakuasi ular piton terakhir ini terjadi di sebuah rumah warga di Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale. Ular piton itu ditemukan bersarang di bawah lantai rumah.
Piton adalah jenis ular pembelit dari famili Pythonidae, dikenal tidak berbisa namun sangat kuat dan berbahaya karena cara membunuh mangsanya dengan lilitan. Panjangnya bisa sampai 7 meter.
Ular bersarang di bawah lantai rumah warga Turikale sepanjang 4 meter. Berat ular yang biasa disebut sanca ini mencapai 15 kilogram. Pada umumnya, ular jenis ini memang memiliki berat hingga puluhan kilogram.
Pemilik rumah, Cut Putri (50), pertama kali menemukan keberadaan ular dan langsung melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Maros.
“Anggota sempat alami hambatan karena ular berada di bawah ubin rumah warga sehingga harus dilakukan penggalian,” kata Baso Tajong.
Ia menambahkan, ular jenis ini bisa membahayakan jika tidak segera ditangani, terutama bagi anak-anak di sekitar rumah. Ular sanca bisa melilit manusia jika merasa terancam.
“Kami imbau warga agar tidak mencoba menangani sendiri dan segera melapor ke Damkar Maros jika menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya,” tegasnya.
Kepala Damkar Maros, Jufri, membenarkan laporan tersebut. Ia mengatakan, respon cepat tim merupakan bentuk kesigapan Damkar Maros dalam melindungi keselamatan masyarakat.
“Anggota bergerak cepat, hanya tiga menit setelah laporan masuk, tim sudah tiba di lokasi. Evakuasi berlangsung singkat karena personel kami memang sudah terlatih. Kami pastikan setiap laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti,” katanya.
Menurutnya, kemunculan ular ke permukiman warga lebih sering terjadi pada musim pancaroba.
“Hewan liar, terutama ular, biasanya mencari tempat hangat dan lembap di sekitar rumah. Karena itu warga harus lebih waspada,” imbuhnya.
Mantan Kadis Kesbangpol ini juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
“Lingkungan yang kotor bisa mengundang tikus, dan tikus adalah salah satu mangsa utama ular. Jadi menjaga kebersihan rumah itu penting untuk mencegah masuknya ular,” katanya.(egg)

Leave a Reply