KLIKSANDI.COM, Enrekang – Fenomena panic buying di Kabupaten Enrekang mulai terlihat imbas isu krisis minyak dunia. Warga beramai-ramai membeli bahan bakar jenis pertalite. Bahkan antrian kendaraan menumpuk hingga 1 kilometer.
Salah seorang warga bernama Faisal menyampaikan kelangkaan BBM mulai terasa sejak Sabtu (28/8) kemarin. Apalagi di Enrekang hanya ada 1 SPBU besar sebelum masuk daerah perkotaan Enrekang.
“Sejak kemarin itu ramai antrean karena sepertinya stok sedang menipis. Apalagi di Enrekang kota hanya 1 SPBU,” paparnya.
Dia menduga warga juga sepertinya panik dengan isu kelangkaan sehingga mereka hendak mengisi penuh kendaraan mereka. Dengan demikian, mereka bisa punya stok saat BBM habis.
“Ini juga sepertinya disebabkan warga panik karena adanya isu kelangkaan BBM karena dampak perang di timur tengah,” tegasnya.
Kasat Lantas Polres Enrekang, AKP Muh Ali mengatakan, antrean kendaraan di SPBU Massemba di Jalan Jenderal Sudirman terjadi sejak Minggu (29/3) sekitar pukul 10.00 Wita. Ia mengungkapkan antrean mengular sepanjang kurang lebih 1 km.
“Sejak pagi itu antrean. Ya kurang lebih 1 km antrean kendaraan. Tetap lancar karena anggota sudah di lokasi sejak pagi mengatur arus lalu lintas,” bebernya.
Ia memprediksi padatnya kendaraan yang antre karena banyak mobil yang mudik hendak pulang kembali ke Makassar. Adapun terkait isu kelangkaan BBM dia enggan berspekulasi.
“Antrean kendaraan ini karena banyak yang sudah mau balik ke Makassar mereka habis mudik begitu. Kalau soal kelangkaan BBM saya kurang paham,” terangnya.(egg)

Leave a Reply