KLIKSANDI.COM, Parerpare — Harga Cabai di Kota Parepare dilaporkan melonjak tajam. Harganya disebut sempat menyentuh angka Rp300 ribu per kilogram, kemudian berangsur turun. Meski demikian, harganya tetap mahal. Kini, berada di angka Rp100 ribu per kilogram.
“Memang ini lombok kecil naik sekali pas setelah Lebaran. Sehari setelah Lebaran itu harganya sampai Rp 300 ribu per kilo, lalu besoknya turun jadi Rp 220 ribu. Ini sekarang Rp 100 ribu,” kata Umar.
Umar mengaku, Enrekang adalah pemasok utama cabai di Parepare. Hanya saja, harga cabai di Enrekang kini ikut mahal. Stok Cabai di Enrekang, kata dia, juga lumayan sulit didapatkan.
“Saya ambil dari Enrekang. Memang masih susah pasokan, jadi mahal harganya,” bebernya.
Sekedar diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengeluarkan kebijakan untuk memasok 1,18 ton cabai dari Enrekang ke NTB. Pasokan ini dimulai sejak awal Maret lalu. Pemerintah menyebut, upaya pengiriman 1,18 ton cabai Enrekang ke NTB itu dilakukan dengan skema fasilitasi distribusi pangan. Tujuan utama adalah untuk mengendalikan harga Cabai yang melonjak tajam di NTB.
Di Parepare,meski harga melambung, para pedagang mengaku barang dagangan mereka tetap habis diborong pembeli. Untuk menyiasati tingginya harga, pedagang melayani pembelian dalam porsi kecil mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.
“Alhamdulillah tetap ji laku, habis ji. Dijual sedikit-sedikit juga karena ada pembeli yang mau beli Rp 10 ribu, ada yang beli Rp 20 ribu,” kata Umar.
Pedagang lain bernama Hani juga mengakui harga cabai rawit melambung tinggi. Meski demikian, masyarakat tetap membeli karena merupakan kebutuhan mendasar di dapur.
“Mahal sekali sekarang karena tembus Rp 100 ribu per kilo. Tetap beli orang karena butuh memang. Bisa ji beli Rp 10 ribu itu dapat seperempat liter, kalau setengah liter Rp 20 ribu,” jelas Hani.(egg)

Leave a Reply