KLIKSANDI.COM, Takalar — Pemerintah Kabupaten Takalar mulai melaksanakan program pojok internet Desa (Poin Des). Desa yang tersentuh program ini akan mendapatkan internet gratis dengan kecepatan 100 Mbps.
Pada tahap pertama, sebanyak 50 desa akan tersentuh Poin Des. Keberadaan Pojok Internet Desa ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperluas akses teknologi informasi bagi masyarakat desa, sejalan dengan visi pembangunan daerah periode 2025-2029.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan bahwa pemerataan akses internet merupakan fondasi penting untuk mendorong kemajuan desa di era digital saat ini.
“Pojok Internet Desa ini kita hadirkan agar masyarakat desa memiliki akses yang sama terhadap informasi, layanan digital, dan peluang ekonomi berbasis teknologi,” ujar Daeng Manye, sapaan akrab Bupati Takalar.
Ia menyebutkan, dari total 86 desa atau 110 desa dan kelurahan di Kabupaten Takalar, pembangunan Pojok Internet Desa akan terus dilakukan secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah.
Menurut Daeng Manye, ekonomi digital tidak akan tumbuh tanpa ketersediaan infrastruktur internet yang merata, khususnya di wilayah perdesaan.
“Kalau kita ingin desa maju dan berdaya saing, maka akses digital harus dimulai dari desa. Inilah dasar dari ekonomi digital yang kita bangun di Takalar,” tegasnya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Takalar 2025-2029, pembangunan sektor digital menjadi salah satu prioritas utama. Prioritas pertama adalah Takalar Unggul Teknologi Digital, yang menjadi payung bagi berbagai program transformasi digital, termasuk Pojok Internet Desa.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Takalar, Andi Rijal Mustamin, mengatakan desa-desa yang telah memiliki Poindes sudah mulai merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
Poindes menjadi solusi bagi masyarakat desa dalam mengakses informasi, sekaligus mendukung proses belajar yang membutuhkan koneksi internet.
“Pojok Internet Desa ini dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pelajar untuk mengakses berbagai informasi secara gratis,” ujar Andi Rijal, Rabu (29/1/2026).
Poindes memiliki jangkauan koneksi internet hingga sekitar 50 meter, sehingga dapat diakses oleh warga di sekitar lokasi pemasangan. Kecepatannya mencapai 100 Mbps.
“Dengan jangkauan hingga sekitar 50 meter, fasilitas ini sangat membantu aktivitas belajar dan kebutuhan informasi warga,” tambahnya.
Poindes sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa di era digital, terutama bagi pelajar yang selama ini memiliki keterbatasan akses internet.
Akses internet gratis memungkinkan pelajar mencari bahan pembelajaran, mengerjakan tugas sekolah, hingga mengikuti pembelajaran berbasis daring secara lebih optimal.
Tak hanya bagi pelajar, masyarakat umum juga memanfaatkan Poindes untuk memperoleh informasi layanan publik, peluang usaha, hingga mendukung aktivitas pekerjaan berbasis digital.(egg)

Leave a Reply