KLIKSANDI.COM, Enrekang — Sebanyak 1,18 ton cabai dari Enrekang dikirim ke NTB. Hal ini dilakukan untuk menekan terjadinya inflasi di NTB.
Sekedar diketahui, NTB tercatat sebagai daerah di Indonesia dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi secara nasional dengan angka 5,47 persen. Posisi tersebut disusul Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 4,57 persen dan DI Yogyakarta dengan IPH 3,61 persen.
Komoditas penyumbang terbesar kenaikan tersebut adalah cabai rawit. Untuk kategori kabupaten, Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan kenaikan IPH tertinggi yakni 9,88 persen.
Data ini menunjukkan tekanan harga paling signifikan terjadi di wilayah Pulau Lombok, terutama dipicu lonjakan harga cabai rawit di tingkat pasar. Kondisi tersebut mendapat respons cepat dari pemerintah pusat.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengawal mobilisasi cabai rawit merah dari Enrekang, Sulawesi Selatan, menuju NTB guna meredam lonjakan harga serta menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan bagi masyarakat.
Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menyampaikan bahwa pemerintah mempercepat stabilisasi harga cabai rawit merah di NTB dengan memobilisasi pasokan dari sentra produksi Enrekang.
Pada tahap awal, sebanyak 1.180 kilogram atau 1,18 ton cabai rawit merah didatangkan dengan harga pembelian sekitar Rp58 ribu per kilogram. Distribusi tersebut dilakukan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan dukungan pembiayaan transportasi antardaerah.
Pengawasan distribusi dilakukan melalui Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, termasuk pemantauan langsung di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Rinna menjelaskan, harga cabai di tingkat pengecer dilepas sekitar Rp63 ribu per kilogram, sementara di tingkat konsumen dijaga pada kisaran Rp68 ribu hingga Rp73 ribu per kilogram agar tetap terjangkau.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendatangkan pasokan tambahan sebagai langkah konkret menekan harga di pasar.(egg)


Leave a Reply