Warga di Bone Terpaksa Batal Berobat Akibat BPJS Nonaktif

Ilustrasi: BPJS kesehatan

Ilustrasi: BPJS kesehatan

KLIKSANDI.COM, Bone Sejumlah warga di Kabupaten Bone terpaksa pulang dari rumah sakit dan batal berobat setelah BPJS mereka kini nonaktif. Mereka terpaksa memilih pulang setelah mengetahui BPJS mereka sudah tidak aktif lagi.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Bone, Andi Muhammad Salam dia mengatakan, kondisi saat ini, keluhan datang hampir setiap hari dari 27 kecamatan. Sejumlah kepala desa mengaku kebingungan menampung laporan warganya yang tak lagi bisa mengakses layanan kesehatan gratis.

Menurutnya, persoalan tersebut bisa segera teratasi jika pemerintah daerah melunasi tunggakan BPJS dan menerapkan skema Universal Health Coverage (UHC) Non-Cut Off.

“Sebenarnya solusinya itu gampangji. Solusinya hanya satu, ya harus segera kita bayar utang di BPJS agar kita UHC Non-Cut Off,” ujar legislator yang akrab disapa Lilo, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, jika UHC Non-Cut Off berjalan, seluruh penduduk Bone sekitar 800 ribu jiwa akan otomatis terjamin layanan kesehatannya hanya dengan menunjukkan KTP, termasuk 69 ribu peserta yang kini sedang dinonaktifkan.

Anggaran untuk UHC Non-Cut Off, kata Lilo, telah disiapkan lebih dari Rp170 miliar dalam APBD 2026.

“Sekarang bolanya ada di keuangan daerah, silakan bayar. Kalau sudah dibayar, tidak berdampak lagi penonaktifan dari pusat,” tegasnya.

Kepala Desa Mappalo Ulaweng, Risman, membenarkan kondisi tersebut. Ia mencatat sedikitnya lima warganya terdampak penonaktifan BPJS dalam beberapa minggu terakhir.

“Itu mereka sampaikan ke saya keluhannya. Ada yang berobat harus pulang kembali,” katanya.

Meski begitu, Risman menyebut belum ada kasus kritis yang muncul akibat masalah ini.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat agar status UHC Non-Cut Off bisa segera diberlakukan dan layanan kesehatan kembali normal.(egg)

Leave a Reply