Penampakan Proyek Toilet Seharga Rp160 Juta di Parepare

MEWAH. Penampakan proyek pembangunan toilet sekolah seharga Rp160 juta yang mendapat sorotan di Kota Parepare.

MEWAH. Penampakan proyek pembangunan toilet sekolah seharga Rp160 juta yang mendapat sorotan di Kota Parepare.

KLIKSANDI.COM, ParepareKota Parepare kini heboh dengan temuan proyek toilet di 21 sekolah yang ada di Parepare. Proyek ini heboh karena harganya yang mencapai Rp160 juta per unit. DPRD Parepare membandingkan harga toilet itu yang setara dengan rumah subsidi.

Proyek toilet sekolah ini diketahui berukurang masing-masing 4×4 meter. Sebanyak 21 sekolah mendapat “jatah” proyek toilet ini. Total harga untuk 21 toilet itu mencapai Rp3,3 miliar.

DPRD Kota Parepare menyebut proyek itu tidak masuk di akal. Bahkan DPRD membandingkan anggaran itu dengan harga rumah subsidi beserta lahannya.

“Nah ini speknya yang kami lihat dan kemudian kami melihat memperbandingkan antara anggaran WC yang dibuat di sekolah-sekolah ini dengan dengan bangunan rumah subsidi yang kurang lebih Rp173 juta,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Parepare, Sappe.

Sappe menjelaskan, anggaran proyek toilet itu hampir setara dengan harga rumah subsidi dengan luas bangunan yang lebih besar. Rumah subsidi dijual dengan lahan, sementara toilet itu hanya bangunan saja.

“Nah di mana titik persoalan ini, kalau rumah subsidi itu ada tanahnya, ada bangunannya. Sementara kalau bangunan WC seperti ini, itu hanya bangunannya yang ada nilainya. Nilai tanahnya sudah tidak ada,” jelasnya.

Olehnya itu, dia menegaskan proyek toilet dengan anggaran Rp 160 juta itu kelewatan. Dia menganggap anggaran untuk proyek toilet sekolah dengan ukuran 4×4 meter itu terlalu banyak.

“Nah dengan besaran seperti ini, tentunya dengan anggaran Rp 166 juta itu sudah kelewatan terlalu banyak. Kami anggap itu terlalu banyak,” ungkapnya.

Sappe juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek pembangunan 21 toilet sekolah itu. Sappe menemukan sejumlah spesifikasi bangunan yang tidak sesuai perencanaan.

Sappe melakukan sidak di SDN 3 Parepare. Di sana, dia ditemui kontraktor dan staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare yang memberikan penjelasan terkait proyek tersebut.

“Yang kami herankan ternyata yang memakai keramik itu hanya lantainya. Jadi dindingnya itu tidak berkeramik,” kata Sappe.

Selain itu, Sappe juga menyoroti septic tank yang dianggap kekecilan untuk 4 kloset. Menurutnya, spesifikasi septic tank yang dibangun itu tidak sesuai perencanaan.

“Kemudian pembuangannya itu kalau saya lihat tidak sesuai dengan spek dengan 4 kloset nantinya. Ukuran pembuangan tinjanya ini hanya berukuran kedalaman 170 centimeter, lebar di atas 1 meter setengah dan lebarnya 1 meter,” kata dia.

Olehnya itu, dia akan memanggil sejumlah pihak terkait dengan pembangunan toilet untuk rapat dengar pendapat (RDP). DPRD ingin mengevaluasi progres pembangunan toilet tersebut.

“Ya nanti hasilnya kami panggil dulu nanti, kita lakukan evaluasi kerja. Tentunya kami panggil dinas pendidikan sebagai PPK-nya. Nanti kami panggil juga pihak kontraktornya untuk menjelaskan,” pungkasnya.(egg)

Leave a Reply