Viral Hujan Es di Maros, BMKG: Tanda Cuaca Ekstrem

HUJAN. Fenomena hujan es di Mallawa, Kabupaten Maros.

HUJAN. Fenomena hujan es di Mallawa, Kabupaten Maros.

KLIKSANDI.COM, Maros Fenomena hujan es terjadi di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Fenomena ini viral di media sosial seperti yang dibagikan akun Facebook Sri Murti. Bagi BMKG, fenomena itu penanda akan adanya cuaca ekstrem.

Dalam rekaman video tampak warga memunguti butiran es yang berjatuhan di halaman rumah mereka. “Hujan es,” ujar perekam video sambil memperlihatkan bulir-bulir putih yang berserakan di tanah.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah IV Makassar, Syamsul Bahri, membenarkan fenomena tersebut. Dia mengaku, sebelum fenomena itu, ada tanda yang sudah terlihat sejak malam.

“Malamnya memang saya lihat ada awan mamatus yang menandakan konveksi awan yang kuat, sehingga sore sampai malam itu hujan deras di sana,” katanya.

Ia menjelaskan, hujan es terbentuk dari awan kumulonimbus, yakni awan tebal yang memiliki puncak hingga ketinggian 10–12 kilometer dari permukaan tanah.

“Di ketinggian itu, suhu udara bisa mencapai nol derajat bahkan minus. Titik-titik air di awan akan membeku dan berubah menjadi es,” terangnya.

Syamsul menambahkan, di dalam awan kumulonimbus terjadi proses pergerakan udara naik-turun yang sangat kuat. Titik-titik air dan es yang membeku akan saling bersentuhan hingga ukurannya membesar.

“Ketika berat titik es itu sudah tidak mampu ditahan oleh angin yang menuju ke atas dalam artian gaya gravitasinya lebih besar sehingga jatuhlah dia sebagai hujan es,” ungkapnya.

Syamsul menjelaskan, hujan es umumnya terjadi pada awal atau akhir musim hujan dan durasinya sangat singkat. “Hujan es merupakan salah satu bentuk dari cuaca ekstrem yang bisa muncul akibat perubahan pola iklim,” jelasnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk waspada jika melihat tanda-tanda cuaca ekstrem seperti udara panas menyengat, munculnya awan gelap pekat, dan petir di sore hari.

Ia mengatakan, hujan es memang bisa terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, meski banyak masyarakat yang mengira hanya terjadi di negara bersuhu dingin.

“Kebanyakan orang Indonesia menganggap hujan es hanya terjadi di daerah subtropis. Padahal, di daerah tropis juga bisa terjadi, tergantung kondisi awannya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mulai memangkas pohon-pohon yang berada di tepi jalan poros memasuki musim hujan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan pohon tumbang.

Ia mengatakan kegiatan pemangkasan dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Terutama di jalur utama, Poros Maros- Makassar, Maros-Pangkep dan Maros-Bone yang padat kendaraan.(egg)

Leave a Reply