KLIKSANDI.COM, Pangkep — Pemerintah Kabupaten Pangkep dilaporkan berhasil menekan angka kemiskinan, tahun ini. Data kemiskinan di Pangkep kini berada pada posisi 11,6 persen.
Angka ini menurun drastis dari tiga tahun sebelumnya. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Pangkep pada 2023 berada di posisi 13,4 persen. Kemudian pada 2024 menurun menjadi 12,41 persen. Pada 2025, angka kemiskinan di Pangkep berada di angka 11,6 persen.
“Dengan penurunan sebesar 0,81 persen, Pangkep menjadi daerah dengan progres pengurangan angka kemiskinan tertinggi kedua setelah Kota Parepare,” beber Kepala BPS Pangkep, Ayub Parlin Ampulembang.
Meski demikian, Pangkep masih menjadi daerah dengan angka kemiskinan terbesar di Sulsel. Setelah Pangkep, ada Kabupaten Jeneponto dengan persentase angka kemiskinan sebesar 11,2 persen.
Tidak hanya angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi di Pangkep juga mencatat kinerja impresif. Jika tahun 2024 pertumbuhan ekonomi melaju lambat, hal berbeda dicatatkan di 2025 yang melesat cepat.
Dari data BPS di triwulanan 2025 menunjukkan lonjakan drastis, pada triwulan pertama 2025 BPS mencatat angka pertumbuhan sebesar 4,01 persen, dan itu melonjak hingga 7,97 persen pada triwulan kedua, dimana angka tersebut melampaui capaian banyak kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.
Ayub menegaskan, capaian ini tak lepas dari peran pemerintah yang mampu menggerakan sektor sektor ekonomi khususnya sektor industri yang menjadi motor utama ekonomi daerah.
“Pangkep kini menempati peringkat ketiga kontributor terbesar terhadap PDRB di Sulawesi Selatan, yang didominasi industri manufaktur dengan kontribusi 50 persen, terutama dari produksi semen dan pengolahan marmer,” pungkas pria yang akrab disapa Parlin.
Ke depan, BPS Pangkep akan terus melakukan pemantauan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulanan, serta memperkuat analisis sektor industri, guna memastikan keberlanjutan tren positif, sekaligus mendukung kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Terpisah Kepala Bappelitbangda kabupaten Pangkep, Iman Takbir, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, strategi pembangunan yang dijalankan Pemkab Pangkep selama ini memang berfokus pada penguatan sektor unggulan yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi kemiskinan.
“Tren positif ini menjadi bukti bahwa arah kebijakan pembangunan yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat. Kami di Bappelitbangda terus mendorong agar program-program strategis daerah, khususnya di sektor industri, perikanan, dan pertanian, berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi di angka, tapi juga berdampak nyata pada kesejahteraan warga,” ujar Iman Takbir.
Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan tersebut tetap berkelanjutan.
“Fokus kita bukan sekadar menekan angka kemiskinan, tapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, perencanaan pembangunan akan terus diarahkan pada peningkatan SDM, penguatan UMKM, dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa,” pungkasnya.(egg)

Leave a Reply