Daeng Manye Ingin Ubah Stigma Takalar sebagai “Tak Kelar”

Bupati takalar, Firdaus Daeng Manye

Bupati takalar, Firdaus Daeng Manye

KLIKSANDI.COM, Takalar — Takalar sering dikaitkan dengan akronim dari “Tak Kelar-kelar”. Stigma itu kini melekat dengan daerah yang bertetangga dengan Kabupaten Gowa lantaran budaya kerja pemerintahan yang dianggap kurang responsif.

Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye menyebut membawa visi ambisius: menjadikan ” Takalar yang Kelar” melalui transformasi fundamental pada budaya kerja.

Dia menyebut, salah satu hambatan terbesar yang menghantui birokrasi adalah budaya “Asal Bapak Senang” (ABS), di mana laporan dimanipulasi untuk menciptakan citra positif yang jauh dari kenyataan.

Daeng Manye menyadari, keberhasilan sejati tidak bisa dibangun di atas ilusi. Ia ingin seluruh jajaran ASN berani melaporkan kondisi apa adanya, tidak peduli seburuk apa pun itu.

“Kejujuran dan data menjadi landasan utama, bukan sekadar intuisi atau laporan lisan yang tidak terverifikasi,” kata dia.

Dengan menghapus budaya ABS, ia membuka pintu bagi perbaikan nyata dan solusi yang efektif. Daeng Manye tidak mungkin bekerja sendirian. Untuk mencapai visi ambisius ini, ia membutuhkan seluruh ASN sebagai tulang punggung perubahan.

Oleh karena itu, prioritas utamanya adalah membangun sistem kerja yang berlandaskan “budaya kerja positif”. Ini bukan hanya tentang instruksi, tetapi tentang menanamkan mindset yang berorientasi pada hasil dan integritas.(egg)

Leave a Reply