KLIKSANDI.COM, Jeneponto — Kasus penipuan dengan modus Calo Polisi dalam seleksi calon Bintara kepolisian terus saja terungkap. Setelah kasus yang terjadi di Kabupaten Bantaeng, beberapa pekan lalu, kasus yang sama juga terjadi di Kabupaten Jeneponto.
Kali ini korbannya adalah Ilham Hasan, warga Dusun Bontosunggu, Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Jeneponto. Dia mengaku tertipu dan mengalami kerugian hingga Rp750 juta.
Ilham berharap anaknya bisa lolos menjadi polisi melalui seleksi Bintara. Anaknya itu diketahui bernama, Muh Rifki. Dia berharap anaknya bisa masuk pendidikan Bintara Umum Polri melalui jalur khusus.
“Yang datang ke rumah menawarkan saya kenal orang sekampungji juga pak, atas nama Nasruddin, dia PNS di Pemda Jeneponto, kantor PMD,” ujar Ilham.
Menurut Ilham, Nasruddin tidak jalan sendiri. Ia menyebut ada Sadikin, warga Takalar yang mengaku punya saudara di Jakarta bernama Jubair.
“Jubair bukan polisi tapi katanya dia masuk di tim pengurusan begitu pak,” jelasnya.
Peristiwa ini bermula saat Muh Rifki calon polisi asal Jeneponto gagal di tahap Pemantauan Akhir (Pantukhir) Juli 2024. Tak lama kemudian, Ilham menerima tawaran jalur khusus yang diyakini bisa meloloskan anaknya.
“Penyetoran uang waktu bulan Juli 2024 kemarin pak, saya setor Rp750 juta, Anak saya jatuh Juli 2024,” sambungnya.
Sejak itu, janji demi janji diberikan. Namun setiap tanggal masuk pendidikan yang disebutkan, selalu berakhir tanpa kepastian.
“Begitu terus janjinya berulang sampai sekarang,” ucapnya.
Januari 2025, Ilham diminta ke Mabes Polri, Jakarta. Sebab anaknya disebut akan disekolahkan di sana.
“Tapi waktu saya ke Mabes Polri mereka tidak mau temui saya pak,” ungkapnya.
Ilham juga menerima kiriman foto seorang polisi berpangkat Jenderal bernama Suroso yang diduga menjadi bekingan anaknya.
“Itu (Suroso) yang saya pertanyakan di Mabes, ternyata orangnya itu sudah pensiun, jenderal bintang satu (Brigjen). Saya tidak pernah ketemu Jenderal itu,” katanya.
Kini, Ilham memberi waktu hingga Minggu (10/8/2025) untuk mengembalikan uangnya. Jika tidak, ia akan meenempuh jalur hukum.
“Si Sadikin yang ada di Takalar, susah ditemui pak, aktif sih nomornya tapi susah ditemui pak, saya sangat merasa tertipu, kalau tidak dikembalikan sesuai janji saya rencana laporkan ke Polda,” tegasnya.(egg)

Leave a Reply