Guru dan Siswa Sekolah Rakyat di Takalar Mengundurkan Diri

Sekolah Rakyat

Ratusan siswa Sekolah Rakyat mundur.

KLIKSANDI.COM, Takalar — Lima orang guru dan dua orang siswa sekolah rakyat di Kabupaten Takalar menyatakan mengundurkan diri. Mereka tidak ingin melanjutkan pekerjaan sebagai guru dan belajar sebagai murid di sekolah itu.

Kelimanya menyatakan mengundurkan diri dengan alasan tidak ingin jauh dari keluarga mereka. Kelima guru yang mengundurkan diri itu diketahui berdomisili di Jawa Timur dan Jogjakarta.

Kepala UPT Kementerian Sosial Sentra Pangurangi Takalar, Cecep Soleman, membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa lima guru tersebut bakal mengampu berbagai mata pelajaran di Sekolah Rakyat Takalar, yakni Pendidikan Agama Islam, dua guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Seni Budaya, dan Ekonomi.

Ironisnya, guru Pendidikan Agama Islam yang domisilinya relatif dekat pun terpaksa mundur karena terkendala mengurus anak kecil dan adanya aktivitas belajar agama yang sudah dilakukan pada malam hari.

“Yang bersangkutan dilarang keluarga karena pertimbangan itu,” tambahnya.

Meski begitu, Cecep menegaskan bahwa kondisi tersebut masih bisa diatasi. Saat ini Sekolah Rakyat Takalar masih dalam masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan matrikulasi, seperti literasi dasar, pembinaan mental, serta tes minat dan bakat (talent test), masih terus berlangsung.

“Kondisinya masih bisa diatasi karena masih tahap awal. Proses seleksi pengganti masih terus berlanjut sampai tanggal 7 (Juli),” jelasnya.

Untuk peserta didik, Cecep menyebutkan sempat ada dua siswa yang mengundurkan diri sebelum sekolah dimulai. Namun keduanya telah tergantikan. Kendati begitu, ia mengakui bahwa penyesuaian siswa baru memang cukup menantang.

“Penyesuaian agak sulit, tapi kami lakukan home visit dan meminta surat pernyataan dari orang tua. Sekarang jumlah siswa sudah lengkap, 100 orang, terdiri dari 52 perempuan dan 48 laki-laki,” katanya.

Saat ini jenjang SMA sudah memulai kegiatan sejak 14 Juli 2025 dengan satu rombongan belajar (1A), sementara jenjang SMP dijadwalkan mulai aktif pada 15 Agustus mendatang. Satu guru agama yang sebelumnya mengundurkan diri pun telah digantikan dan sekolah kini tengah fokus pada persiapan fisik menyambut pembelajaran penuh.

“Kami tentu berharap proses seleksi dan rekrutmen dari Kementerian Sosial dapat segera melengkapi kekurangan guru yang ada,” katanya.(egg)

Leave a Reply