KLIKSANDI.COM, Takalar — Pemeritah Kabupaten Takalar berencana membangun kampung nelayan modern dan pabrik garam rakyat di Takalar. Hal itu terungkap setelah Pemkab Takalar melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI,Didit Herdiawan Ashaf.
Dalam pertemuan strategis tersebut, dua agenda utama dibahas. Keduaya adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan pendirian Pabrik Garam Rakyat di wilayah pesisir Takalar.
“Takalar siap menjadi contoh kampung nelayan modern dan mandiri berbasis ekonomi digital,” ujar Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye usai pertemuan.
Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai kawasan terpadu yang tidak hanya layak huni, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Fasilitas yang akan dibangun meliputi:
- Rumah tinggal nelayan yang sehat dan nyaman
- Akses air bersih dan sanitasi memadai
- Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang modern
- Cold storage untuk penyimpanan hasil tangkapan
- Balai pelatihan untuk peningkatan kapasitas keluarga nelayan
Kampung ini ditargetkan menjadi model nasional untuk pengembangan ekosistem pesisir yang menyejahterakan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, Pemkab Takalar juga mengusulkan pembangunan Pabrik Garam Rakyat guna mengoptimalkan potensi produksi garam lokal. Proyek ini akan digarap dengan dukungan pemerintah pusat, serta kolaborasi bersama BUMN dan pihak swasta.
“Pabrik ini akan menyerap produksi garam rakyat, meningkatkan kualitas, dan memberi nilai tambah agar petani garam kita bisa bersaing secara nasional. Tak boleh lagi petani garam hanya jadi penonton,” tegas Daeng Manye.
Pabrik garam tersebut ditargetkan menjadi sentra industri pengolahan garam skala regional dan memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dari wilayah selatan Sulawesi Selatan.
Wakil Menteri KKP menyambut baik inisiatif Pemkab Takalar dan menyatakan dukungan penuh untuk segera merealisasikannya. Ia juga memastikan tim teknis dari Kementerian akan segera turun ke Takalar guna melakukan survei dan verifikasi lokasi.
Daeng Manye optimistis kedua proyek strategis ini dapat mulai direalisasikan pada 2025, dan menjadi tonggak baru dalam pembangunan ekonomi maritim dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Takalar.(egg)

Leave a Reply