Prabowo Sebut Istilah Vampir Ekonomi; Cari Keuntungan di Atas Penderitaan Rakyat

Presiden RI Prabowo Subianto

Presiden RI, Prabowo Subianto

KLIKSANDI.COM, Jakarta – Presiden RI, Prabowo Subianto menyebut istilah baru saat berpidato dalam agenda peluncuran kelembagaan 80 ribu koperasi merah putih. Dia menyebut istilah Vampir Ekonomi. Ada juga dia menyebut serakahnomics.

Istilah baru itu dia gunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi yang diisi oleh pengusaha serakah yang mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat. Menurutnya, istilah dan kondisi tersebut berbanding terbalik dibandingkan dengan aliran pemikiran atau mazhab ekonomi seperti liberal, neoliberal, sosialis dan sebagainya.

“Ada mau cari keuntungan di atas penderitaan rakyat, itu namanya meghisap darah rakyat. Itu menurut saya parasit menghisap darah. Vampir ekonomi,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa terdapat perusahaan penggilingan beras yang nakal dan mencari keuntungan pribadi. Pertama, penggilingan yang membeli gabah kering giling di bawah harga dasar Rp6.500/kg. Bahkan, setiap penggilingan itu mengalami keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan setiap musim panen.

Kedua, terdapat permainan memanipulasi jenis beras. Dalam hal ini, beras medium dibungkus dan diberikan stempel premium dan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Akibat kedua hal tersebut, kerugian yang dialami ekonomi Indonesia diklaim mencapai Rp100 triliun per tahun.

Bila Indonesia bisa memberantas ini, kata Prabowo, maka anggarannya bisa dialihkan untuk program lain, seperti perbaikan sekolah di seluruh Indonesia. Sebagai gambaran, tahun ini pemerintah hanya mampu memperbaiki 11.000 sekolah dengan anggaran Rp19 triliun. Bila Indonesia memiliki anggaran Rp100 triliun, maka tiap tahun bisa memperbaiki 100.000 sekolah.

“Jaksa Agung dan Kapolri, saya yakin saudara setia kepada Indonesia, saya yakin kau setia ke kedaulatan, usut dan tindak,” ujarnya.(egg)

Leave a Reply