KLIKSANDI.COM, Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara terkait kesepakatan tarif Impor Amerika Serikat-Indonesia. Terkait dengan akses penuh terhadap tembaga Indonesia, Bahlil mengaku hal itu masih negosiasi.
Bahlil menegaskan kerja sama terkait tembaga tersebut akan tetap mengikuti aturan di Indonesia. Saat ini pemerintah tengah menggaungkan hilirisasi. Artinya pengiriman tembaga ke AS nantinya tidak berupa bahan mentah, melainkan dalam bentuk hasil dari proses hilirisasi.
“Dalam negosiasi itu, aturan-aturan yang di dalam negeri tetap diterapkan. Jadi andaikan ada yang harus kita kirim tembaga, pasti saya yakinkan. Tapi sepengetahuan saya, semuanya dalam kerangka aturan yang berlaku di negara kita,” kata Bahlil.
Meski begitu, Bahlil belum dapat memastikan apakah akan mengirimkan dalam bentuk tembaga yang sudah dilakukan hilirisasi ataupun bahan baku. Oleh karenanya, ia akan terus berkoordinasi dan meminta arahan lebih lanjut kepada Peresiden Prabowo Subianto.
“Tapi nanti saya akan ngecek, saya akan ngecek lagi minta arahan nanti Bapak Presiden Prabowo dan Pak Menko item-itemnya,” kata Bahlil.
Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan pihaknya telah mencapai kesepakatan strategis dengan Indonesia. Kesepakatan ini dibuat setelah Trump melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan, melalui kesepakatan ini AS berhasil mendapatkan akses penuh atas semua hal di Indonesia. Termasuk berbagai sumber daya alam seperti tembaga tanpa harus dikenakan tarif yang menurut Trump merupakan bagian paling penting dari kesepakatan tersebut.
“Kami telah membuat kesepakatan dengan Indonesia. Saya berbicara dengan presidennya yang luar biasa, sangat populer, kuat, cerdas. Dan kami menyepakati perjanjian, kami mendapatkan akses penuh ke Indonesia, segalanya,” kata Trump seperti dikutip dari Youtube resmi Gedung Putih, Rabu (16/7/2025).
Seperti yang Anda tahu, Indonesia sangat kuat dalam hal tembaga. Tapi kami punya akses penuh ke semua itu. Kami tidak akan membayar tarif apapun. Jadi mereka memberikan kami akses ke Indonesia yang tidak pernah kami miliki sebelumnya. Mungkin itu merupakan bagian terpenting dalam kesepakatan,” sambung Trump.
Sebagai gantinya, Trump mengatakan pihaknya akan memotong tarif impor dari Indonesia sebesar 19% atas ekspor ke AS, turun dari sebelumnya 32%. Padahal AS sendiri tidak perlu membayar tarif impor apapun kepada Indonesia, yang diklaim Trump sebagai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Bagian lainnya, mereka akan membayar 19%, sementara kita tidak membayar apa pun. Saya rasa ini kesepakatan yang bagus untuk kedua belah pihak. Tapi yang jelas, kita mendapatkan akses penuh ke Indonesia,” lanjutnya.
“Anda harus mengerti, kami tidak punya akses ke negara-negara ini. Orang-orang kami tidak bisa masuk dan sekarang kami mendapatkan akses karena tarif yang kami terapkan. Jadi, mereka membayar 19% dan kami tidak membayar apa pun. Dan mereka akan memberi kami akses penuh ke Indonesia,” tegas Trump lagi.(egg)

Leave a Reply