Polisi Identifikasi Penembak Staf Desa di Gowa, Pelaku Gunakan Senapan Angin

Penembakan

Ilustrasi, Senjata

KLIKSANDI.COM, Gowa — Kepolisian resor Gowa mengidentifikasi pelaku penembakan terhadap staf desa di Kecamatan Pattalassang, Gowa, Hardianto (35). Pelaku diduga menggunakan senapan angin untuk menyerang korban.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar mengatakan, pihak kepolisian menduga kuat bahwa pelaku menggunakan senapan angin. Namun, jenis pasti senjata masih didalami menunggu hasil laboratorium forensik setelah proyektil berhasil dikeluarkan dari tubuh korban.

“Jenis senjata ini sementara kami dalami sambil menunggu proyektil diuji lab. Sampai saat ini, kami belum mengetahui pasti siapa pelakunya,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polres Gowa Ipda Andi Muhammad Alfian mengaku telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Meski identitas terduga pelaku telah dikantongi, aparat masih berhati-hati sebelum menetapkan tersangka secara resmi.

“Identitas terduga pelaku sudah kami kantongi dan saat ini sedang dalam pengejaran. Beberapa saksi juga sudah kami periksa,” ujarnya.

Saat ini, penyelidikan terus berlanjut dan polisi fokus mengidentifikasi pelaku serta memastikan motif di balik penembakan tersebut. Korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dalam upaya mengungkap pelaku, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel juga turut menurunkan tim untuk membantu penyelidikan.

Direktur Ditreskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono, menegaskan bahwa pihaknya turut memberikan dukungan penuh dalam proses penyelidikan hingga pelaku berhasil diamankan.

“Kami sudah mengirim tim untuk membantu proses penyelidikan. Kasus ini tetap kami pantau, dan kami yakin pelaku bisa segera ditangkap,” tukas Direktur Ditreskrimum Polda Sulsel itu dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (28/6/2025).

Kronologi peristiwa penembakan ini terjadi ketika korban baru saja meninggalkan rumah pamannya. Saat dalam perjalanan menuju rumahnya, korban tiba-tiba mendengar suara seperti ledakan dan merasa seperti dilempari sesuatu.

“Korban sempat merasa dilempar batu. Dia berhenti dan memeriksa sekitar, tapi tidak ada orang di sekeliling. Kemudian korban memutuskan kembali ke rumah pamannya,” jelas Bahtiar, dalam keterangannya dikutip, Sabtu (28/6/2025).

Bahtiar menjelaskan bahwa saat korban tiba kembali di rumah pamannya, terlihat ada lubang di bagian bawah ketiaknya, dan dari luka itu keluar darah. Menyadari kondisinya cukup serius, keluarga segera membawa korban ke RS Yapika. Setelah mendapat penanganan awal, korban lalu dirujuk ke IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa untuk perawatan lanjutan.

“Dari hasil rontgen, ditemukan adanya proyektil bersarang di tubuh korban. Karena itu, korban dirujuk kembali ke RS Wahidin Makassar untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil,” ujar Bahtiar.(egg)

Leave a Reply