Bocah Korban Gigitan Ular Weling Disuntik 21 Vial Antivenom, Harganya Rp94 Juta

Ular Weling

Ular Weling

KLIKSANDI.COM, Pekalongan — Bocah Rafa (11) yang menjadi korban gigitan ular Weling dilaporkan masih dalam kondisi kritis. Tim dokter telah menyuntikkan 21 vial antivenom senilai Rp94 Juta.

Sekedar diketahui, satu vial antivenom senilai Rp4,5 juta. Humas RSI Pekajangan Pekalongan, Atina menyebut, penanganan Rafa mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan RSUD Kajen. Menurut Atina, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan berperan aktif berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Kesehatan RI, memastikan ketersediaan antivenom.

Dia juga menyebut, RSUD Kajen telah memberikan bantuan signifikan berupa 12 vial antivenom.

“Ya, kami telah menerima antivenom, yang diserahkan langsung ke RSI Pekajangan oleh dr Imam Prasetyo Direktur RSUD Kajen, dan disaksikan langsung oleh keluarga pasien pada Jumat (27/6),” kata Atina.

Secara total, lanjutnya, Rafa sudah mendapatkan 21 vial antivenom. Seluruh antivenom tersebut sudah disuntikkan ke Rafa.

“Hingga saat ini, RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan telah menerima total 21 vial antivenom yang seluruhnya telah diberikan kepada pasien,” ujar Atina.

Direktur RSUD Kajen, Imam Prasetyo, menyebut telah mengirimkan 15 vial antivenom untuk mendukung kesembuhan Rafa. 15 anti venom tersebut, 12 di antaranya dari RSUD Kajen, 2 dari dr Tri Maharani dan 1 dari Dinkes Provinsi.

“Kami dan RSUD Kajen, selalu berkoordinasi dengan RSI Pekajangan, untuk kesembuhan pasien. Ini kemarin kita mengirimkan 15 vial antivenom,” kata Imam dalam rilisnya.

Dia mengatakan, antivenom itu masuk dalam kategori penawar racun yang susah ditemukan. RSUD Kajen mendapatkan dari Bio Farma Bandung.

“langsung kami ambil dan kirim ke RSI,” jelasnya.

Menurut Imam, perjuangan mendapatkan antivenom tidaklah mudah. Dengan pihak dinas kesehatan, ia mendapatkan anti venom. Ia menyebut, 1 antivenom seharga Rp 4,5 juta.

“Kami harapkan pasien untuk segera membaik dan beraktifitas kembali,” terangnya.

Bahaya Ulang Weling

Ular weling (Bungarus candidus) adalah spesies ular endemik di Asia Tenggara. Ular ini juga dikenal dengan nama ular belang karena tubuhnya yang berwarna belang-belang hitam dan putih hingga ekor.

Panjang tubuh weling mencapai 155 cm (1.55 meter) dan habitat utamanya adalah hutan, hutan mangrove, semak belukar, perkebunan, dan lahan pertanian.

Ular weling sering kali dianggap sebagai hewan yang membawa mitos dan kepercayaan di masyarakat.

Beberapa mitos yang berkembang di masyarakat tentang ular weling adalah jika ular ini masuk ke rumah, maka akan kehilangan anggota keluarga, rumah akan kedatangan pencuri, dan mengalami masalah kesehatan.

Di balik mitos yang menyelimutinya, muncul pertanyaan mengenai seberapa berbahaya jenis ular ini bagi manusia?

Ciri-Ciri Ular Weling

Bungarus candidus, atau yang juga dikenal sebagai weling, adalah spesies ular yang sangat berbisa dari Asia Tenggara. Berikut morfologi atau ciri fisik ular weling yang dirangkum dari The Reptile Database:

  1. Bentuk Tubuh
    Ular weling memiliki tubuh yang ramping dengan panjang mencapai 155 cm (1,55 meter).
  2. Pola Warna Tubuh
    Bagian atas tubuh ular ini memiliki pola belang-hitam dan putih yang berlanjut hingga ke ekor.Semakin ke ekor, belang-hitamnya semakin menyempit. Sementara bagian bawah tubuhnya berwarna putih.
  3. Kepala dan Mata
    Kepala bagian atas hingga tengkuk (leher atas) ular ini berwarna hitam, sementara bagian bawahnya berwarna putih. Kepala ular weling kecil dan berbentuk segitiga, hampir tidak berbeda dari leher. Matanya kecil dengan pupil bulat.
  4. Ekor
    Ekor weling berbentuk runcing. Panjang ekornya dapat mencapai 16 cm.

Habitat Ular Weling

Ular weling memiliki habitat yang mencakup berbagai jenis lingkungan, terutama di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Ular weling dapat beradaptasi dengan baik di berbagai jenis habitat, termasuk hutan, padang rumput, perkebunan, dan lahan pertanian. Habitat utamanya meliputi:

  1. Hutan
    Ular weling dapat ditemukan di hutan-hutan, di mana mereka sering bersembunyi di bawah tumpukan dedaunan dan cabang-cabang pohon.
  2. Hutan Mangrove
    Mereka juga dapat ditemukan di daerah hutan mangrove, terutama di wilayah pesisir.
  3. Semak Belukar
    Ular ini sering terlihat di semak-semak dan belukar, tempat mereka mencari makanan dan tempat persembunyian.
  4. Perkebunan
    Mereka dapat masuk ke perkebunan seperti kebun sawit dan kebun kelapa, di mana mereka dapat mencari mangsa.
  5. Lahan Pertanian
    Ular ini juga dapat ditemukan di daerah lahan pertanian, terutama jika ada tempat perlindungan dan sumber makanan yang cukup.

Selain itu, ular weling sering ditemukan di sekitar permukiman manusia, terutama di desa-desa, karena mereka memangsa hewan pengerat yang sering berkeliaran di sekitar rumah-rumah.

Apakah Ular Weling Berbisa?

Ular weling merupakan spesies ular yang berbisa dan dapat membahayakan manusia. Efek racun dari gigitan ular weling (Bungarus candidus) pada manusia sangatlah berbahaya dan memiliki potensi fatal.

Korban yang terkena gigitan ular weling bisa mengalami pingsan dalam waktu satu jam setelah digigit, mual, muntah-muntah, bahkan hingga jatuh dalam keadaan koma.

Racun ular ini juga dapat menyebabkan kelumpuhan, sesak dada, dan kesulitan bernafas, yang semuanya merupakan gejala yang serius.

Terlebih lagi, gigitan ular ini memiliki risiko kematian yang tinggi. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis jika terkena gigitannya.

Tidak disarankan untuk mencoba mengobati gigitan ular ini sendiri, karena tindakan medis yang tepat diperlukan untuk meredakan dampak racun ini.

Selain itu, penting untuk menjauhi weling dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dari gigitan ular ini.

Reproduksi Ular Weling

Ular weling adalah ovipar, yang berarti mereka berkembang biak dengan bertelur. Setelah kawin, betina akan mencari tempat yang aman dan tersembunyi untuk bertelur, seperti di bawah batu, dalam lubang tanah, atau di tumpukan daun.

Ular weling betina dapat bertelur antara 6 hingga 12 butir telur dalam satu kali bertelur, meskipun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada kondisi individu dan lingkungan.

Makanan Ular Weling

Ular weling adalah predator karnivora yang memakan berbagai jenis mangsa. Beberapa hewan yang umumnya dimakan oleh ular weling adalah tikus, katak, dan kadal.

Ular weling adalah pemburu aktif yang biasanya berburu pada malam hari karena sifat nokturnalnya. Setelah menemukan mangsa, ular ini akan menyerang dengan gigitan berbisa untuk melumpuhkan atau membunuh mangsa sebelum menelannya utuh.

Seperti kebanyakan ular, ular weling menelan mangsanya utuh. Mereka memiliki rahang yang dapat melebar untuk menelan mangsa yang ukurannya lebih besar dari diameter tubuhnya.

Perilaku Ular Weling

Memahami perilaku ular weling penting untuk menghindari konflik dan memastikan keselamatan jika bertemu dengan ular ini di alam liar. Berikut adalah penjelasan mendetail tentang perilaku ular weling:

  1. Aktivitas Harian (Nokturnal)
    Ular weling adalah hewan nokturnal, yang berarti mereka lebih aktif pada malam hari. Pada siang hari, mereka cenderung bersembunyi di tempat-tempat yang gelap dan lembap, seperti di bawah batu, kayu, atau di lubang-lubang tanah.
  2. Sikap terhadap Manusia
    Ular weling cenderung pemalu dan biasanya menghindari kontak dengan manusia. Mereka lebih memilih untuk melarikan diri daripada menghadapi ancaman, tetapi jika merasa terpojok atau terancam, mereka dapat menjadi sangat agresif.
  3. Perilaku Pertahanan
    Jika merasa terancam, ular weling dapat menggulung tubuhnya dan menunjukkan sikap defensif. Mereka dapat menyerang dengan cepat jika diprovokasi, menggunakan gigitannya yang berbisa untuk melindungi diri.
  4. Pergerakan dan Mobilitas
    Ular weling memiliki pergerakan yang lincah dan cepat, terutama saat berburu mangsa atau melarikan diri dari bahaya. Mereka dikenal karena kemampuannya untuk menyelinap ke tempat-tempat sempit dan tersembunyi.
  5. Perilaku Berburu
    Ular ini adalah karnivora dan berburu mangsa seperti tikus, katak, kadal, dan ular lain. Mereka menggunakan gigitan berbisa untuk melumpuhkan mangsa sebelum menelannya utuh.
  6. Interaksi dengan Ular Lain
    Ular weling terkadang memangsa ular lain, termasuk sesama ular weling atau spesies ular lainnya. Mereka tidak bersifat teritorial dan biasanya tidak memiliki masalah berbagi habitat dengan ular lain, selama ada cukup makanan.
  7. Tempat Persembunyian
    Mereka sering bersembunyi di tempat yang lembap dan tersembunyi untuk menghindari predator dan manusia. Tempat-tempat persembunyian ini juga membantu mereka mengatur suhu tubuhnya dan menjaga kelembapan.

Tindakan Jika Tergigit Ular Weling

Jika seseorang tergigit ular weling, pertolongan pertama yang harus diambil adalah sebagai berikut:

  1. Tetap Tenang
    Penting untuk tetap tenang dan tidak panik, karena kepanikan dapat mempercepat penyebaran racun dalam tubuh.
  2. Lepaskan Pakaian atau Perhiasan
    Segera lepaskan pakaian atau perhiasan di sekitar area gigitan yang dapat mempersempit pembuluh darah, karena pembuluh darah yang terjepit dapat mempercepat penyebaran racun.
  3. Jangan Menghisap atau Memotong Luka
    Hindari mencoba menghisap atau memotong luka gigitan, karena tindakan tersebut dapat mempercepat penyebaran racun.
  4. Hindari Minuman Beralkohol atau Obat-obatan
    Tidak dianjurkan memberikan minuman beralkohol atau obat-obatan tertentu kepada korban, karena hal tersebut dapat mempercepat penyebaran racun.
  5. Bawa Korban ke Rumah Sakit
    Segera bawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan serum antibisa ular. Semakin cepat serum diberikan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan korban.

Penting untuk diingat bahwa mencoba mengatasi gigitan ular ini sendiri bisa berbahaya dan memperburuk kondisi korban.

Selalu berhati-hati saat berada di daerah yang dihuni oleh ular weling, dan hindari kontak langsung dengan hewan ini. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis segera setelah terjadi gigitan ular ini.

Cara Mengusir Ular Weling

Mengusir ular weling atau ular berbisa lainnya memerlukan kehati-hatian untuk memastikan keselamatan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengusir ular weling:

  1. Jaga Kebersihan Lingkungan
    Pastikan lingkungan sekitar rumah bersih dari tumpukan sampah, daun kering, atau kayu. Ular sering bersembunyi di tempat-tempat yang rimbun dan kotor.
  2. Hapus Sumber Makanan
    Ular sering datang karena mencari makanan seperti tikus, katak, atau serangga. Mengurangi populasi hewan-hewan ini di sekitar rumah dapat membantu mencegah ular datang.
  3. Tutup Lubang dan Celah
    Periksa rumah dan pastikan tidak ada celah atau lubang yang bisa menjadi jalan masuk ular. Tutup lubang-lubang tersebut dengan bahan yang kuat.
  4. Gunakan Pengusir Ular Alami
    Beberapa bahan alami seperti belerang, kapur barus, atau tanaman wangi seperti serai dapat digunakan sebagai pengusir ular. Taburkan bahan-bahan ini di sekitar rumah atau tempat yang sering dilalui ular.

Tetap berhati-hati dan jangan mencoba mengusir ular secara langsung jika tidak berpengalaman. Karena ular weling sangat berbisa dan dapat berbahaya jika terganggu.(egg)

Leave a Reply