KLIKSANDI.COM, Bulukumba – Sejumlah sekolah mulai mengimplementasikan program pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka bagi para siswanya.
Namun, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bulukumba menegaskan bahwa program ini sepenuhnya bersifat sukarela dan tidak ada paksaan bagi seluruh siswa untuk berpartisipasi.
Menurut Arif Hidayatullah Amsah, salah satu pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Bulukumba, inisiatif pembuatan KTA ini bertujuan untuk mempermudah administrasi keanggotaan dan mendukung kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa di sekolah.
“Program ini kami jalankan untuk mendukung kegiatan Pramuka, namun kami pastikan tidak ada unsur paksaan. Siswa yang bersedia membuat KTA dipersilakan, yang belum bersedia juga tidak dipermasalahkan,” jelas Arif Hidayatullah Amsah.
Sosialisasi mengenai manfaat KTA juga gencar dilakukan kepada orang tua dan siswa. KTA Pramuka berfungsi sebagai identitas resmi anggota, menjadi syarat untuk mengikuti berbagai event kepramukaan, serta memberikan akses ke berbagai fasilitas terkait kegiatan Pramuka di tingkat lokal maupun nasional.
Respon positif datang dari beberapa orang tua siswa. Mereka menilai KTA Pramuka dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan kebanggaan anak-anak terhadap organisasi kepanduan ini.
“Yang penting tidak diwajibkan dan tidak memberatkan biaya, kami dukung saja. Anak-anak juga lebih semangat kalau punya KTA resminya,” ujar Suhaeda, seorang wali murid dari SD 136 Salobundang.
Pihak Kwarcab menekankan transparansi dalam pelaksanaan program ini. Sekolah dan wali murid diberikan kebebasan untuk memilih tanpa adanya tekanan. Biaya pembuatan KTA juga diinformasikan secara terbuka, dengan proses pengumpulan dokumen yang dibuat sederhana.
Lebih menarik lagi, program pembuatan KTA Pramuka di Bulukumba ini juga mengedepankan nilai-nilai luhur Pramuka, khususnya Dasa Darma ke-7: Hemat, Cermat, dan Bersahaja. Pembayaran biaya KTA tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui proses menabung yang diajarkan kepada siswa.
Arif Hidayatullah Amsah menjelaskan, bahwa program ini selain untuk memperkuat administrasi kepramukaan serta akses kegiatan kepramukaan menggunakan KTA, juga bisa menumbuhkan keinginan menabung siswa.
“Kalau tidak salah KTA Pramuka itu harganya Rp15.000 dan ini tidak langsung dibayar saat siswa sudah melakukan pemotretan. Sehingga siswa bisa diajar menabung 2-3 Minggu. Rp1000/hari itu sudah lebih dari cukup,” ungkapnya.
Inisiatif pembuatan KTA Pramuka yang bersifat sukarela dan sekaligus mengajarkan nilai-nilai positif seperti menabung ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kepramukaan di kalangan generasi muda Bulukumba.
Dengan menjunjung tinggi prinsip sukarela, program ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai luhur Pramuka seperti cinta tanah air, gotong royong, dan kemandirian secara lebih efektif. (*)

Leave a Reply