KLIKSANDI.COM, Makassar — Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Djunaedy diketahui meletakkan jabatannya. Sekedar diketahui, Djunaedy dikenal sebagai loyalis Nurdin Abdullah. Dia pernah menjabat sebagai kepala DPKAD Bantaeng dan kemudian pindah ke Pemprov Sulsel saat Nurdin Abdullah menjabat Gubernur Sulsel.
Beredar kabar jika Djunaedy ingin kembali ke Bantaeng setelah anak dari Nurdin Abdullah, M Fathul Fauzi menang di Pilkada 2024. Dia terpilih menjadi Bupati Bantaeng periode 2024-2029.
Mundurnya Djunaedy dari jabatannya di Pemprov Sulsel dibenarkan oleh Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Sukarniaty Kondolele.
“Betul. Iya betul mengundurkan diri, Minggu lalu (dimasukkan pengunduran dirinya),” katanya, Senin, 28 April 2025.
Pengunduran diri dua pejabat tinggi Pemprov Sulsel itu sudah disetujui Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Selain Djunaedy, juga ada Ashari Fakhsirie Radjamilo yang meletakkan jabatan sebagai Kepala Dinas UKM dan Koperasi Sulsel.
“Sudah (disetujui Gubernur untuk pengunduran diri) Minggu lalu juga, berselang beberapa hari kemudian,” tambah Bu Ani sapaan akrab Sukarniaty Kondolele.
Apakah Djunaedy bakal menjabat Sekda di Bantaeng? sejauh ini belum ada konfirmasi langsung dari Djunaedy soal rumor itu. Meski demikian, Sukarniaty memastikan jika Djunaedy tidak mundur sebagai ASN. Dia hanya meletakkan jabatan.
“Tetap jadi PNS, kan mengundurkan diri dari jabatan, bukan PNS,” tukas Bu Ani.
Bu Ani sapaan akrab Sukarniaty Kondolele mengatakan, pengunduran diri Djunaedi sebagai Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel dan Ashari Fakhsirie Radjamilo sebagai Kepala Dinas UKM dan Koperasi Sulsel karena alasan pribadi.
“Alasan pribadi,” katanya.
Bu Ani menyebut, pengganti dua pejabat tinggi di Pemprov Sulsel ini akan dibuatkan Surat Keputusan (SK) hari ini, Senin, 28 April 2025. Ia tak mau menyebut nama pengganti dua orang ini.
“Plt nya sementara dibuatkan SK nya. Mudah-mudahan hari ini baru selesai,” ungkapnya.(eng)

Leave a Reply