Muswil PPP Digelar Besok, Imam Fauzan Masih Bisa Jadi “Pengendali” Sulsel

Ketua PPP Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara

Ketua PPP Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara

KLIKSANDI.COM, Makassar Jika tidak ada aral melintang, DPW PPP Sulsel akan segera menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil), Senin, 22 Desember 2025. Meski Muswil digelar, bukan berarti ada ketua PPP Sulsel yang dipilih.

Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara menyebut, msuawarah ini tidak akan langsung memiliki ketua PPP Sulsel. Dia menyebut, Muswil kali ini akan dirancang untuk menentukan tim formatur, bukan menetapkan ketua wilayah.

Tim formatur ini, kemudian nantinya akan bertugas menyusun kepengurusan DPW. Tim ini juga akan menentukan siapa yang akan menjadi siapa figur ketua wilayah.

“Agenda utamanya bukan memilih ketua wilayah, melainkan membentuk tim formatur,” kata Imam Fauzan.

Lebih lanjut, Imam menuturkan mekanisme itu sudah merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP. Untuk wilayah dengan jumlah DPC di atas 15, formatur yang dibentuk berjumlah tujuh orang.

Di Sulawesi Selatan terdapat 24 DPC kabupaten dan kota, sehingga komposisi formatur ditetapkan tujuh orang. Susunan tim formatur terdiri atas satu perwakilan DPP, satu perwakilan DPW, serta lima orang dari unsur DPC. Lima formatur dari DPC inilah yang dipilih melalui mekanisme suara oleh seluruh DPC peserta Muswil.

Jika ada perwakilan dari DPP, bisa jadi, Imam Fauzan juga berpeluang untuk tetap berada dalam formatur PPP Sulsel itu. Dia menyebut, perwakilan dari DPP ini akan ditentukan kemudian.

“DPC mengusulkan nama-nama calon formatur dari unsur DPC. Kalau jumlahnya lebih dari lima, maka dipilih berdasarkan suara terbanyak. Voting hanya untuk memilih formatur, bukan ketua wilayah,” jelas Imam yang kini juga menjabat sebagai Bendahara DPP PPP ini.

Setelah tujuh formatur terbentuk, hasilnya akan diserahkan kepada DPP PPP. Penetapan ketua wilayah sepenuhnya menjadi kewenangan tim formatur bersama DPP. Menurut Imam, pola ini dirancang untuk meminimalkan potensi konflik internal yang kerap muncul pasca-musyawarah.

“Penentuan ketua tidak dilakukan di forum Muswil. Ini untuk menghindari gesekan dan perpecahan, yang selama ini sering berujung pada kader pindah ke partai lain,” ujarnya.

Imam menegaskan, nama-nama yang masuk dalam tim formatur tidak otomatis menjadi calon ketua wilayah. Bahkan, formatur memiliki kewenangan mengusulkan figur di luar tim formatur sebagai ketua DPW, sepanjang disepakati bersama dan difinalkan oleh DPP.

“Formatur itu peramu kepengurusan. Tidak ada keharusan ketua wilayah berasal dari unsur formatur,” tegasnya.(egg)

Leave a Reply